Perseteruan Penghuni Dengan Pengurus Apartemen METRO Selesai , Damai itu Indah……!

“Wakil warga dan pengurus ,Damai itu indah

 

Busurnews.com,Jakarta Utara – Hanya gara-gara stiker parkir kosong meluas kemarahan warga terhadap pengurus Apartemen Metro  dan melibatkan para awak media dari Televisi berita cetak sampai berita online.pada pertemuan  Senin ( 8/1/2018).di Sunter Jakarta Utara.

Pengurus Apartemen

 

Menurut bapak Djohan sebagai ketua RW dan pengurus Apartemen Metro di sunter ,bahwa awal mulanya terjadi pada tanggal 30/10/2017  pak Paulus ambil stiker lalu difoto sambil berkata aturan dari apartemen kenapa tidak dibandul ?ada saksi  dari apartemen Rt/ Rw Pengelola ,Sekuriti , lalu stikernya yang  diambil.katanya kosong dia marah- marah..Dan beredarlah ke seluruh warga di Apartemen Metro.

Bapak Djohan ketua RW sekaligus ketua DPR Apartemen Metro

 

“Mereka bilang  kosong padahal stiker bisa diambil.tapi Paulus marah – marah dia pergi tanpa solusi,”ungkap pa Djohan.

Lalu mereka mengadakan pertemuan yang melibatkan Lurah,RT/RW .dan warga penghuni apartemen tersebut.

k

Pak Paulus sedang  membicarakan masalah stiker

 

“Mereka bilang hanya 17 orang ternyata hampir satu aula penuh..Diadakan mesyawarah agar mendapat solusi yang terbaik.,”katanya.

“Kita Disini Demokrasi ,jangan  dipojokan terus cari solusi yang terbaik,”jelasnya.

“Saya dipilih Jadi ketua Rw disini sekaligus pengurus apartemen karena .ketua apartemen yang lama  Asiong tidak bagus menurut warga ,” pungkasnya..

Para warga apartemen Metro

 

Apartemen ini harus diselamatkan maka pa Djohan jadi ketua dan dibenahi semuanya.ada 33 rb m2x10rb 330 jt. Biaya pengelolaan berkisar 250 juta.

“TPS butuh dana kalau  ga demokrasi disangka kita diktator,”jelasnya.

“Kalau  mereka mau turunkan saya silahkan pemilihan berdasarkan forum,”katanya .

“.Tiap Sabtu kita selalu adakan meeting untuk benahi apartemen ini ,mereka semua pilih saya tetapi  omongan saya ga dianggap,”kata pak Djohan

Saya dipancing memicu pertengkaran ,Tetapi saya ga korupsi ,”Jelasnya.

Pak Lurah Sunter turut hadir dalam pertemuan tersebut.

 

Pak Lurah hadir dalam pertemuan itu undangan dari Rw utk mendengar aspirasi dari warga apartemen .

Menurutnya Agar membangun apartemen ini lebih bagus lagi harmonis ,kekeluargaan.segala sesuatu perlu dipermusyawarahkan,”katanya .

“Jangan  Rt /Rw  membuat peraturan sendiri tanpa membicarakan pada warganya,”jelasnya.

“Jangan sampai masalah  ini dibawa keluar ,kita jaga orang  lain jangan ada yang tahu.masalah intern jangan dibawa ke luar,ujarnya.

Menurut Frredy yang telah 4 tahun sebagai  penghuni apartemen dan pengurus karyawan mengatakan ,bahwa kalau  ada sesuatu komunikasikanlah .jangan seperti   bom waktu kalau ga merangkul akan menjadi bahan peledak yang luar biasa dan tidak baik bagi kita semua.

Pa Freddy penghuni apartemen Metro

 

“Di Apartemen ini Pak Djohan sebagai ketua RW dan merangkap  ketua DPR  ini orang  yang sangat berjiwa sosial ,sudah 4tahun ada perubahan di apartemen ini.Tadinya nya mau roboh ga keruan sampai  mau masuk ngeri semua ditata,”terangnya.

“laporam tahunan di manage dengan baik harus diapresiasi beliau ini jangan dipojokan  ,”jelasmya .

Menurutnya Freddy ,Di apartemen ini kita satu dan lainnya kurang  komunikasi sehingga .menjadi problem.kita open kasih masukan komplit .Tetapi kalau komunitas peduli .kita kasih masukan .Kalau digalakan percuma ?ga nyaman percuma juga?

“Kalau pemimpin bagus akan bagus tapi kalau ada anak buah yang ga bagus apa yang bisa dilakukan dengan penghuni?jelas Freddy.

“Kita pernah usulkan buat organisasi
kepang komunitas peduli apartemen tapi tidak jadi.kalau  ada yang ga bener apa yang harus dilakukan dengan penghuni,”katanya.

Setelah mendengar penjelasan pak Djohan dengan awak media akhirnya pak Paulus Damai tidak ada lagi dendam.semua jadi pembelajaran buat kita  kalau  segala sesuatu itu harus diselesaikan dengan musyarwarah dan solusi yang baik jangan dengan emosi.Damai itu indah. (Riena)