Kategori
Artikel

Permainan Tradisional di era tahun 1970 an

 

BusurNews.Com,Jakarta -DI era 1970-1990-an,
Anak-anak belum mengenal permainan modern seperti Playstation, online game, internet, dan komputer.

 

Anak-anak juga belum mengenal ponsel, apalagi smart phone.
Televisi juga masih hitam putih.
Anak-anak bisa bermain bebas di luar bersama teman-teman, mereka bisa berinteraksi satu sama lain.

Anak-anak saat itu cuma mengenal permainan engklek, pecah piring, lompat tali, dan beberapa permainan tradisional lain.
Namun, anak-anak merasa bahagia. Indonesia memiliki beragam budaya yang patut kita banggakan.

Hal ini bisa kita lihat dari beragam permainan tradisional yang tersebar di berbagai daerah yang ada di Indonesia.
Sebagai warga negara Indonesia, sepatutnya kita bangga dengan beragam budaya yang kita miliki dan harus kita lestarikan.

 

Permainan tradisional merupakan salah satu warisan dari nenek moyang kita dan bisa menjadi identitas bangsa.
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, jenis-jenis permainan itu sudah mulai luntur, bahkan tidak dikenal lagi.

Padahal, permainan tradisional itu bukan sekadar permainan, melainkan juga bisa mengajarkan anak-anak bersikap sportif, saling menghargai, ketelitian, kerja sama, serta bertanggung jawab.

Seperti pada permainan pecah piring, setiap peserta dituntut bekerja sama dengan kelompok, saling menghargai sesama anggota tim, dan tidak curang bermain.

 

PERMAINAN TRADISIONAL merupakan sekumpulan ciptaan tradisional, baik yang dibuat kelompok maupun perorangan, dalam masyarakat yang menunjukkan identitas sosial dan budaya berdasarkan standar dan nilai-nilai yang diucapkan atau diikuti turun-temurun.

Itu termasuk
(1) cerita rakyat dan puisi rakyat,
(2) lagu-lagu rakyat dan musik instrumen tradisional,
(3) tarian-tarian rakyat dan permainan tradisional, dan
(4) hasil seni.

 

Namun, akhir-akhir ini permainan tradisional sangat kurang diminati anak-anak, bahkan lambat laun menghilang khususnya di kota-kota besar.

Anak-anak zaman sekarang banyak tidak mengenal permainan tradisional.
Perkembangan teknologi dan transformasi budaya ke arah kehidupan modern menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan nilai-nilai dari ermainan tradisional.

 

GLOBALISASI DUNIA JUGA MEMBERIKAN PENGARUH YANG BESAR DALAM HAL ITU.

(Rn)