Perayaan May Day Seharusnya Tidak Mengganggu Kepentingan Umum

 

Oleh  : Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

Busur News Com,Jakarta – Perayaan May Day seharusnya tidak menggangu kepentingan umum, malah didorong agar May Day dapat dimanfaatkan dengan aktivitas yang produktif.
Jangan menimbulkan kesan seram yang membuat masyarakat justru menjauh.
“Selama ini, publik mengesankan May Day itu sebagai hari yang menyeramkan, karena selalu diwarnai aksi demo dari kalangan buruh.
Publik sering berpikir, kalau ada aksi demo itu jalanan macet, rusuh, dan kesan serem lainnya.
Nah, seharusnya kita mendorong agar May Day diisi dengan kegiatan yang lebih produktif dan mendatang manfaat yang lebih baik buat para buruh.
*Penekanan-nya adalah kegiatan di hari May Day itu lebih ke arah aktivitas kreatif dan inovatif, sehingga kesan seram itu hilang dalam pikiran masyarakat*. –

“Kan jumlah hari dalam setahun itu 360 hari, dan May Day itu hanya sehari.
Kalau memang mau menyalurkan aspirasi dengan demo, bisa dilakukan di hari lainnya.

Sedangkan di hari May Day ini sebaiknya diisi dengan kegiatan yang tidak lagi mengedepankan aksi demo,”.

Kegiatan dimaksud berupa kegiatan yang bernilai jual pariwisata, menyenangkan, dan memiliki daya tarik.
Sehingga ketika kegiatan itu digelar, masyarakat akan datang berbondong-bondong untuk menyaksikan, karena memang kemasannya menarik.

“Dulu, setiap peringatan HUT RI diisi dengan karnaval, kegiatan yang positif dan kreatif.
Kan masyarakat datang ingin menyaksikan, tidak ada kesan menakutkan.

Nah, jika situasi dan kondisinya sudah seperti itu, kemasannya menarik, masyarakat hadir di sana, kan buruh bisa menyampaikan kampanye isu-isu yang ingin disampaikannya” .
Sebaliknya, kalau formatnya masih demo-demo, masyakat justru menjauh dan buruh hanya berorasi untuk dirinya sendiri saja.
Padahal, esensi aksi demo itu kan aspiratif, untuk menarik perhatian publik.

*Akhirnya, tujuan utamanya menarik simpati masyarakat tidak tersampaikan*. –

“Malah, yang didapat adalah antipati,”.

 

(Riena).