Pentingnya Kekompakan Organisasi* Oleh : Muhajir.S.kep.Ners.MMR

 

Busurnews.com,Jakarta-  Organisasi yang baik.
Organisasi yang baik salah satunya ditunjang dari kekompakan tim yang ada di dalam sebuah organisasi tersebut, apapun itu organisasinya. Kerja-kerja organisasi adalah kerja yang harus dikerjakan secara bersama-sama (kerja sama). Kerja-kerja besar organisasi adalah hasil dari kerja sama tim yang solid. Tidak akan mungkin kerja besar dilakukan oleh seorang diri, tanpa kerjasama. Tidak mungkin pula jika dilakukan oleh tim yang berantakan.

Maka membangun kekompakan internal organisasi adalah hal yang terpenting jika kamu ingin organisasi kamu hidup dan eksis secara eksternal. Soliditas tim adalah sebuah keniscayaan ketika menginginkan kerjasama itu tercapai. Dari tim yang solid, ia akan mampu bekerja sama untuk merealisasikan setiap program-program yang sudah direncanakan organisasi.

Membangun kekompakan organisasi tidak akan terlepas dari membangun individu-individu organisasi yang solid pula. Pemahaman membangun soliditas organisasi ini harus menjadi pemahaman semua anggota organisasi, terlebih lagi bagi pimpinan organisasi. Maka pemimpin harus memiliki pemahaman selangkah lebih maju terkait membangun soliditas tim organisasi.

Ada beberapa efek yang ditimbulkan dari sebuah tim organisasi yang solid, yakni :
a. Sesama anggota/pengurus organisasi kelihatan kompak.
b. Program-program organisasi dijalankan secara bersama-sama, tidak hanya satu orang
c. Menjadi organisasi yang mampu bersaing dengan organisasi lainnya
d. Menjadi nilai jual organisasi, sehingga menimbulkan ketertarikan untuk gabung ke dalam organisasi.
e. Ketika terjadi permasalahan bisa diselesaikan di internal, tidak sampai keluar organisasi
f. Mampu meregenerasi untuk masa selanjutnya.

Kamu pasti ingin organisasimu solid kan? Sehingga organisasimu terlihat kompak dibanding dengan organisasi lainnya, organisasimu mampu mengerjakan program-program yang terbaik, organisasimu mempu menjadi besar dikenal banyak orang, organisasimu selalu eksis dari masa ke masa. Sehingga kamu bangga bisa menjadi bagian dari organisasi yang sedang kamu ikuti saat ini. Maka untuk mencapai itu, kamu juga harus mengupayakan agar soliditas internal organisasimu benar-benar terbangun.

 

Ada beberapa upaya untuk membangun soliditas organisasimu, di antaranya sebagai berikut :
1. Membangun pemahaman kepada setiap pengurus/anggota organisasi.
Pemahaman ini merupakan hal paling penting, awal dari semuanya. Karena ia yang akan mengetahui betapa pentingnya tim yang solid. Berawal dari pemahaman seorang pengurus/anggota organisasi akan melakukan sesuatu yang terbaik untuk organisasi. Pemahaman yang harus dipahamkan kepada setiap diri yang tergabung dalam sebuah organisasi meliputi beberapa hal berikut:
a. Mengapa harus ada sebuah organisasi.
Pahamkan setiap yang tergabung dalam sebuah organisasi tentang pentingnya organisasi ini ada di sekitar kita. Artinya memahamkan kepada mereka bahwa kehadiran organisasi ini adalah kebaikan untuk semua. Memahamkan tentang latar belakang adanya organisasi, tujuan organisasi, target-terget organisasi serta visi dan misi organisasi.

Hal ini akan menimbulkan pemahaman bahwa organisasi ini harus ada, harus selalu eksis dan harus didukung oleh tim yang baik dan solid. Caranya yakni mentransfer pemahaman dari orang yang sudah paham kepada mereka-mereka yang baru.

b. Mengapa harus ada di organisasi
Hal ini terkait kenapa ia tergabung dalam sebuah organisasi. Pahamkan bahwa ia harus menjadi bagian dari organisasi yang baik ini. Dengan adanya ia disini, bisa menjadi sarana baginya untuk memperbaiki diri secara bersama sama, sembari belajar menyebarkan kebaikan pula kepada orang lain. Pahamkan bahwa organisasi yang baik harus ada orang-orang pilihan yang menggerakkanya.

Hal ini akan menimbulkan bahwa setiap pribadi meyakini bahwa dia harus ada di organisasi tersebut serta menghidup-hidupkan organisasinya melalui kontribusinya.

2. Menimbulkan rasa memiliki terhadap organisasi
Sense of belonging kata bahasa inggrisnya, timbulkan kepada setiap yang tergabung dalam organisasi rasa memiliki terhadap organisasi. Rasa ini lahir ketika ia telah memiliki pemahaman terkait organisasi (point 1). Rasa memiliki organiasi akan menimbulkan cinta dan loyal terhadap organisasinya. Rasa memiliki ini akan membuat mereka menjadi orang yang bangga terhadap organisasinya, menjadi orang yang siap untuk memperjuangan organisasinya. Ketika setiap diri yang tergabung dalam sebuah organisasi memiliki rasa ini maka insya Allah dengan sendirinya masing-masing orang sama-sama ingin membentuk tim organisasi yang solid, karena ia tidak ingin organisasinya hancur atau berantakan.

Menimbulkan rasa memiliki terhadap organisasi ini bisa melalui cara : pertama, memberikan pemahaman terkait organisasi. Kedua, melibatkan dalam setiap agenda organisasi. Ketiga, memberikan atribut-atribut organisasi berupa misalanya : baju, kaos, jaket, dll.

3. Berjalannya pembinaan rutin organisasi
Pembinaan ini dalam rangka membangun pemahaman setiap individu yang tergabung dalam organisasi. Selain itu, juga bisa dalam rangka membangun secara keorganisasian agar berjalan dengan baik. Pembinaan rutin atau yang disebut dengan mentoring adalah sebagai sarana pemantauan yang dilakukan oleh pembina yang lebih dahulu paham terkait keorgansiasian ataupun terkait dengan pemahaman yang ingin dibentuk untuk anggota organisasi.

Biasanya bisa dipastikan, ketika pembinaan dalam sebuah organisasi tidak berjalan maka akan diikuti dengan ketidakaktifan organisasi dan juga kesolidan yang tidak terbentuk. Melalui pembinaan rutin ini bisa menjadi sarana menjalankan konsep manajemen yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengkontrolan (evaluasi). Ini harus berjalan secara rutin, agar setiap ada sesuatu yang salah bisa langsung diperbaiki. Atau ketika terjadi vakum, bisa langsung direncanakan untuk dihidupkan kembali.

Konsep mentoring yang dijalankan sebuah organisasi adalah sarana yang sangat baik, sebagai salah satu cara memastikan sebuah organisasi memiliki tim yang solid dan organisasi yang hidup dalam setiap kegiatannya. Dari mentoring ini akan ada orang yang dituakan yang akan memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap anggota organisasi maupun secara keorganisasiannya itu sendiri.

Usahakan selalu berjalan secara rutin pembinaan ini, agar juga bisa terpantau dan terkontrol dari apa yang dilakukan organisasi.

4. Koordinasi dan komunikasi yang berjalan secara rutin
Permasalahan yang terjadi dalam sebuah organisasi biasanya diawali dengan koordinasi dan komunikasi yang tidak lancar antar individu yang tergabung dalam organisasi. Masalah akan menjadi masalah ketika tidak diselesaikan melalui koordinasi dan komunikasi.

Maka usahakan selalu tebangun koordinasi dan komunikasi pada kondisi apapun. Jadwalkan secara rutin untuk berkoordinasi satu sama lain. Sering kumpul maka akan terjalin hubungan yang baik antar individu organisasi. Sering kumpul sedikit demi sedikit akan terbangun kesolidan tersebut. Kumpul tidak mesti selalu membicarakan hal yang serius (dalam nuansa rapat). Yang penting kumpul, meski hanya sekedar say hallo ataupun ngobrol-ngobrol sebentar. Jadikan antar individu organisasi lebih dekat dibanding dengan teman-teman lainnya, maka soliditas tersebut insya Allah akan terbangun.

5. Membangun rasa persaudaraan sesama pengurus/anggota organisasi.
Rasa persaudaraan itu lebih dari hanya sebatas teman. Soliditas terbentuk ketika satu sama lain individu organisasi ama-sama merasakan seperti saudara, tidak sebatas teman. Ketika rasa ini terbentuk, maka ia akan merasakan orang-orang yang tergabung diorganisasinya adalah keluarganya pula. Merasa lebih dekat dibandingkan dengan teman-teman di luar organisasi. Hal ini yang harus dibangun. Ada 3 tahapan membangun rasa persaudaraan satu sama lain;
a. Sikap saling mengenal
Satu sama lain harus bisa saling mengenal. Bahkan mengenal lebih jauh tidak hanya sekedar nama, alamat, tanggal lahir saja. Tapi benar-benar bisa mengenal sampai kepada kepribadiannya, bagaimana sifatnya, bagaimana latar belakangnya, dan lebih jauh lagi. Ini lah hakikat mengenal ketika ingin menjadi seorang saudara.
b. Sikap saling membantu
Saling membantu akan timbul ketika satu sama lain sudah merasa saling kenal. Timbulkan rasa ini, sehingga satu sama lain bisa saling membantu ketika ada kesulitan. Bisa saling meringankan beban ketika ada yang punya masalah. Dan seterusnya.
c. Sikap saling menanggung.
Saling menanggung adalah tingkatan yang lebih dari sekedar membantu. Sikap ini lebih mendahulukan yang lain yang lebih membutuhkan dibandingkan dengan mendahulukan kepentingan pribadinya. Inilah namanya itsar, mendahulukan saudaranya yang lain.

6. Membuat program santai.
Tidak selamanya harus ngomongi sesuatu yang serius terus, bertemu dari rapat ke rapat, ngomongi organisasi terus, dan hal – hal sejenis yang berhubungan dengan organisasi. Bisa jenuh masing-masing kita. Buat sekali-kali program yang berbentuk santai, emang benar-benar jauh dari bicarain tentang organisasi. Kumpul bareng, makan bareng, nonton bareng dan sesuatu yang nuansa santai lainnya.

Hal ini bisa membuat orang-orang yang tergabung dalam organisasi merasakan sesuatu yang asyik, tidak melulu yang berhubungan dengan organisasi. Karena selain menjalankan roda organisasi, hal lain yang harus terjaga adalah hubungan yang baik satu sama lain. Persaudaraan bukan karena satu organisasi semata, tapi lebih jauh dari itu.

Laporan: JL