Pengusaha Pemilik Judi Tembak Ikan Kebal Hukum Tak Hiraukan Prokes Pemerintah

 

Busurnews.com,  MEDAN Marelan – Walaupun masih bulan suci Ramadhan, niat pengelola judi tembak ikan yang berada di Jalan Marelan Pasar 2 Barat Gang Arjuna, Kecamatan Medan Marelan, Sumatera Utara, tidak di hiraukannya dan terkesan kebal hukum. Selasa (11/5)

Dari pantauan awak media yang berada di lokasi membenarkan Kapolres Pelabuhan Belawan dan Kapolsek Medan Labuhan tidak ada tanggapan penggerebekan penangkapan Bos pengelola pemilik mesin judi tembak ikan yang di Jalan Marelan Pasar 2 Barat Gang ARJUNA sama sekali. “Mirisnya, protokol kesehatan (Prokes) tidak berlaku di usaha bisnis judi haramnya yang sedang beroperasi bebas saat ini.

“Lihat saja bang, banyak pengunjung tidak menggunakan masker. Perintah pemerintah pun tidak di hiraukan oleh pengelola bisnis judi haram buka 24 Jam tersebut. Malah mereka selalu berkerumunan,” ujar warga setempat, kepada Busur News, Jumat (07/05/2021).

Dikatakannya, tidak hanya prokes saja yang mereka tidak hiraukan, melainkan di bulan suci Ramadhan usaha ilegalnya bebas beroperasi 24 Jam tanpa ada gangguan dari pihak Kepala Lingkungan Gang Arjuna.

“Itu yang mengelola usaha ilegal LAKI LAKI berinisial “ASN”. Biasanya setiap sore sampai malam banyak pengunjung lokasi judi itu,” katanya.

Lanjutnya, mereka meminta kepada Polisi Polresta Belawan agar segera menangkap Bos pengusaha bandarnya dan menutup lokasi tersebut.
“Kami warga meminta kepada Polres Belawan agar segera menangkap pengusaha bos bandar judi dan menutup lokasi bisnis haram mereka. Jangan menunggu amarah warga baru ada tindakan,” tegas warga masyarakat ini.

Sebelumnya, awak media Persatuan Jurnalis Team Sergap Indonesia(PJTSI) mencoba mengkonfirmasi kepada pengelola lokasi judi berinisial “ASN”, namun ia berdalih meminta petunjuk dari awak media. “Petunjuk gimana bang,” balasnya lewat via WhatSapp miliknya.

Hingga berita ini di terbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Medan Labuhan dan Polres Pelabuhan Belawan. Walaupun awak media ini telah melayangkan konfirmasi lewat via WhatSapp, namun enggan menjawab. (RED/VENUS NEWS)