Kategori
Artikel

PENGAJIAN MEMILIKI KEUTAMAAN DAN KELUASAN MAKNA.

 

0leh: Dhedi Rochaedi Razak

Busurnews.com– PENGAJIAN MEMILIKI KEUTAMAAN DAN KELUASAN MAKNA.

Esensinya,
PENGAJIAN adalah majelis atau forum yang bertujuan untuk mendekatkan diri (at-TAQARRUB) kepada Allah SWT.

IA DISEBUT JUGA SEBAGAI TAMAN SURGA.

Implementasinya, forum pengajian ini memiliki ciri-ciri khusus.

Pertama, tempat berzikir dan mentransfer ilmu.
Pasalnya, pengajian sering disebut sebagai majelis zikir atau majelis ilmu.
Membaca Alquran dan menadaburinya, memahami sunah Nabi SAW, dan mengenal realitas persoalan kehidupan untuk dipetik pelajaran dan hikmahnya, semuanya merupakan kegiatan mulia yang sesuai dengan spirit Islam.

*Jadi, di samping sebagai halaqah untuk bermunajat dengan mengucapkan zikir dan doa-doa tertentu, pengajian merupakan madrasah berbagai disiplin ilmu, terutama ilmu-ilmu yang berkaitan erat dengan masalah penguatan spiritual (iman dan ketakwaan), seperti akidah, ibadah, fikih, akhlak karimah, dan muamalah*.

Kedua, tradisi memperkuat ikatan persaudaraan atau media bersilaturahim di antara sesama umat Islam.
Selain untuk menambah wawasan keilmuan dan penguatan iman, pengajian menjadi sarana yang sangat penting dalam memperkokoh persaudaraan, tanpa melihat latar belakang suku bangsa, bahasa, kelompok, warna kulit, dan status sosial.

Oleh sebab itu,
Dari pengajian ini, setiap peserta atau jamaah bisa kenal-mengenal antara satu dengan yang lain.

Bahkan, membangun jaringan kerja sama dengan dasar semangat Islam berkemajuan.

Sehingga, tidak jarang, melalui pengajian ini, terbangun jalinan usaha atau bisnis yang saling menuai untung dan berkah.

Di samping itu,
Nilai persaudaraan yang terbina dari majelis pengajian ini juga tecermin dari komitmen jamaahnya untuk menata kerukunan yang lebih kokoh.

Misalnya, sikap tolong-menolong, saling menasihati, hormat menghormati, dan seumpamanya.

Ketiga, sarana untuk penyucian jiwa.
Menghidupkan tradisi keilmuan Islam, baik yang sifatnya wajib maupun anjuran (sunah), ditambah bermunajat dengan doa dan zikir-zikir tertentu.

Maka, pengajian patut dikatakan sebagai sarana untuk membersihkan jiwa dari segala penyakit batin dan dosa.

Sebab, pengajian merupakan salah satu faktor yang menyebabkan turunnya limpahan ampunan dan rahmat Allah.

Forum pengajian seperti ini, Rasulullah SAW menyebutnya sebagai taman surga.

Dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.”

Para sahabat bertanya,
“Apakah taman-taman surga itu?

Beliau menjawab,
“Halaqah zikir”
(HR Tirmidzi).

Sebagian ulama mendefinisikan bahwa majelis ilmu itu adalah bagian dari bentuk zikir kepada Allah.

*Maknanya, zikir dengan lafaz-lafaz khusus, menuntut ilmu, membaca, dan tadabur Alquran, memberi nasihat dalam kesabaran dan kebenaran, semuanya adalah cara untuk memperkuat iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT*.

Imam Ibn Qayyim rahimahullah berkata,
“Barang siapa ingin menempati taman-taman surga di dunia, hendaklah dia menempati majelis-majelis zikir, karena dia adalah taman-taman surga.”

Dalam banyak riwayat juga disebutkan bahwa pengajian itu adalah majelis malaikat, penyebab ketenangan, dan turunnya rahmat.

Kita bersyukur bahwa masyarakat Muslim di Indonesia ini memiliki kesadaran yang relatif cukup besar terhadap pentingnya majelis pengajian.

Tidak hanya di masjid-masjid atau mushala, pengajian juga banyak dilaksanakan di kantor-kantor pemerintahan, perusahaan, internal keluarga, kampus-kampus, dan komunitas lainnya.

*Bahkan, dalam momentum tertentu, pengajian digelar dalam skala yang lebih besar, seperti tabligh akbar, zikir nasional, dan halaqah nasional*.

*Karena besarnya manfaat dan keutamaan pengajian dengan varian bentuk dan istilah yang semakna dengannya, maka sudah seyogianya bagi setiap individu Muslim untuk mendukung dan melestarikannya*.

AKTIF DAN GEMBIRA
MEMAKMURKAN TAMAN SURGA.

Wallahu al-Musta’an.

(Rn)