Penduduk Australia dan New Zealand Diizinkan Untuk Melakukan Gelembung Perjalanan (Travel Bubble) Mulai 19 April 2021

Perdana Menteri New Zealand, Jacinda Ardern mengumumkan pada hari Selasa waktu setempat.

Sejak Oktober, Para Wisatawan New Zealand memiliki izin untuk masuk ke negara Australia tanpa karantina. Hal ini membuatnya berpikir bahwa sebaliknya juga harus seperti itu. Sehingga diberikannya izin kepada para wisatawan Australia untuk melakukan perjalanan ke New Zealand.

Semenjak wabah Covid menyerang kedua negara tersebut nilai infeksi selalu mendekati 0.

Negara-negara tersebut menutup perbatasannya pada bulan Maret tahun lalu dan siapapun yang melakukan perjalanan melewati perbatasan negara antara Australia dan New Zealand maka diwajibkan untuk karantina mandiri jika kembali ke negaranya.

Saat wabah Covid-19 muncul, kedua negara Australia dan New Zealand langsung melakukan Lockdown untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.

Ms.Ardern telah memuji respon yang agresif untuk melakukan gelembung perjalanan (Travel Bubble).
Dilansir dari Kompas.com bahwa Travel bubble adalah ketika dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan. Gelembung ini akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas, dan menghindari kewajiban karantina mandiri. Langkah tersebut akan memudahkan masyarakat melintasi perbatasan dengan kerumitan minimum.

Perdana Menteri Australia mendukung keputusan Ms.Ardern, sementara mencatat, bahwa pembatasan negaranya sudah dibuka untuk penduduk New Zealand yang sebelumnya telah tutup selama 6 bulan.

“Kita sudah memastikan bahwa kedua negara kita tidak terlalu terkena dampak terhadap virus Covid-19 dibanding negar-negara lainnya.” Ungkapnya.

Australia telah terekam jumlah kematian karena Covid-19 yaitu 909 orang semenjak awal pandemi terjadi sementara itu New Zealand dilaporkan 25 orang pada kasus kematian karena Covid-19.