Kategori
Artikel

Pemerintah sebaiknya Menyusun Peraturan sekitar Isu SARA Dalam Pilkada dan Pemilu

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

Busur News Com,Jakarta – Pemerintah sebaiknya menyusun peraturan yang melarang penggunaan isu seputar suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan umum (pemilu).
Penggunaan isu politik dalam pelaksanaan Pilkada sangat membahayakan kehidupan berbangsa.
“Jika isu SARA diembuskan maka mematikan semangat kebangsaan. Jadi, harus ada sikap tegas dari pemerintah,”.

Kemenangan dalam pilkada merupakan tujuan setiap calon kepala daerah.
Namun, usaha meraih kemenangan sebaiknya tidak dilakukan dengan bumbu isu-isu SARA.

“Pemerintah harus tegas, harus ada aturan untuk melarang digunakannya isu SARA dalam proses Pilkada dan Pemilu.
Jangan menghancurkan bangsa demi lima tahun pemerintahan,”.
Pilkada bukan proses politik yang hanya melibatkan sejumlah golongan.
“Dengan begitu, yang harus diutamakan adalah kriteria berbangsa Indonesia,”.

Kita juga menyarankan agar tim sukses dan pihak pendukung mengedepankan rekam jejak serta integritas individu calon pemimpin.
Sebab, integritas dan rekam jejak merupakan kriteria netral serta dapat berlaku universal untuk bangsa Indonesia yang majemuk.
Kehidupan berbangsa Indonesia sudah terbentuk sejak lama.
Sebelum kolektivitas bangsa terbentuk, kolektivitas suku dan kekuatan sudah ada terlebih dulu.

“*Tatanan kebangsaan Indonesia sudah berproses sejak lama. Kita harus ingat bahwa perhelatan Pilkada dan Pemilu adalah proses dalam tatanan kebangsaan*

(Rn)