Kategori
All

PEMBINA SHRI MINTA BIAYA RAPID TEST COVID19 MASKAPAI DI TINJAU’ KALO BISA DI GRATISKAN BAGI RAKYAT.

 

Pembina SHRI Ilham Ilyas

 

Busurnews.Com,Jakarta –  Pembina Suara Hati Rakyat Indonesia (SHRI) Ilham Ilyas menilai dan berharap kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan agar masalah Rapid Test yang terus dikeluhkan oleh berbagai pihak khususnya Masyarat Pengguna Jasa Transportasi Udara saat ini dalam situasi Covid-19 supaya tidak dikenakan biaya alias gratis. Hendaknya pihak Maskapai memahami kondisi masyarakat masih dalam suasana keterbatasan ekonomi yang kian berat dirasakan setelah pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan berupa himbauan agar #di RumahAja# apalagi saat berlakunya masa PSBB yang lalu. Meski saat ini pemerintah mulai melonggarkan kebijakan tersebut menuju tatanan hidup baru (new normal life), namun keterpurukan ekonomi akibat wabah Covid-19 makin membuat masyarakat kita yang Ingin kembali berupaya untuk mencari rezeki supaya diberi keringanan dengan menggratiskan biaya rapid test.

“Sebab dengan pengenaan biaya rapid test akan membebani para penumpang maskapai yang berupaya mencari peluang rezeki untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Jangan sampai terbebani lagi dengan biaya Rapid Test. Disinilah peran solidaritas antara dunia usaha yang ingin bangkit bersama Rakyat yang baru akan memulai beradaptasi menuju masa normal dalam menggerakkan ekonominya dalam kondisi pandemi Covid-19,” tegas Ilham Ilyas di sela-sela acara jumpa diskusi bersama para pelaku usaha lainnya.

Dirinya pun meminta dengan hormat kepada Menteri Perhubungan,” agar dapat menyikapi harapan kami ini supaya roda perekonomian semuanya bisa segera bangkit untuk menghadapi adaptasi New Normal disegala aspek kehidupan,” sambung Ilham Ilyas yang juga Presiden Komisaris PT. Suara Hati Rakyat Indonesia ini yang turut didampingi Tokoh Muda Nasional Bung Arman saat diskusinya di Jakarta Jumat kemarin (3 /6/ 2020) disalah satu hotel di Menteng Jakarta Pusat.

Sejalan dengan hal tersebut Ilham Ilyas menyambut baik apa yang disuarakan oleh Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti yang mengharapkan pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan agar bisa terus memonitor harga-harga tiket.

Menurut Novita, tingginya tarif tiket pesawat ditambah biaya rapid test dan lain sebagainya yang dirasakan terlampau mahal oleh segenap kalangan masyarakat.
Pemaparan tersebut ditekankan Novita saat mengikuti Rapat Kerja/Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Anita Firmanti Eko Susetyowati, dan Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono yang digelar secara virtual dan fisik di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Rabu, 1 Juli 2020.

“Kemenhub diharapkan bisa terus memonitor harga-harga tiket terutama tiket pesawat yang tinggi ditambah biaya rapid test dan lain-lain yang dirasa mahal. Jangan sampai, rakyat dalam kondisi ekonomi sudah susah menjadi semakin terbebani,” kata Novita seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari situs resmi DPR RI Kamis, 2 Juli 2020.

Dirinya juga menambahkan bahwa jangan sampai di tengah kondisi seperti saat-saat ini dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk berbisnis mengambil keuntungan di atas penderitaan masyarakat.
(AM)