Kategori
Daerah

*Pedagang Ubi Pasar Marelan di tahan Polsek Labuhan setelah sudah berdamai*

 

Busurnews.com, Pedagang Ubi di Pasar Marelan LVN (40 thn ) akhirnya di tahan Polsek Labuhan atas kasus penganiayaan yang terjadi di Pasar 5 Marelan pada tanggal 08 September 2020

Pantauan Tim Redaksi dan Deri dari Marinir mendapat keterangan ada terjadi penganiayaan 351 KUHP dan diberi Informasi yang berada di lapangan dari wartawan Rahmat Pelapor kasus tersebut berinisial DP (27 thn) warga Marelan, Kota Medan yang juga pedagang Pasar Marelan.

Menurut Keterangan LVN Kasus bermula ketika terkait rebutan tanah timbun di Pasar Marelan.

Pasar Marelan seperti kubangan kerbau, lapak pedagang di halaman Pasar Marelan becek dan tergenang air hujan, oleh karena itu pedagang berinisiatif menimbun lapak jualan dengan tanah timbun.

Berdasarkan rekaman video CCTV PD Pasar Marelan yang dilihat awak media terjadi keributan antara LVN dan DP.

Akhirnya LVN dan DP saling lapor, LVN melapor di Polres Belawan sedangkan DP melapor di Polsek Labuhan, dan keduanya saat ini di tahan Polisi. LVN di tahan Polsek Labuhan dan DP di tahan Polres Belawan.

“Saya dan DP sudah berdamai tapi kenapa saya masih di tahan Polisi, saya punya anak kecil dan saya harus berjualan ubi untuk memenuhi kebutuhan hidup saya, saya mau pulang” ungkap LVN kepada awak media di Polsek Labuhan Sabtu (24/10/2020)

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Marelan Pola Nainggolan menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang menangani kasus tersebut.

Pola mengatakan pihak Polsek Labuhan kenapa masih bersikeras memproses perkara tersebut. Sebab, selain sudah terjadi perdamaian kedua belah pihak juga sudah saling meminta maaf, di depan penyidik.

Pola juga mengatakan agar Polsek Labuhan menggunakan hati nurani , anak anak LVN masih kecil dan LVN harus jualan ubi di pasar Marelan untuk memenuhi kehidupanya sehari hari.

“Kami minta Polsek Labuhan gunakanlah hati nurani, pulangkanlah LVN, anaknya masih kecil dan dia harus jualan ubi di pasar Marelan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya” ungkap Ketua IPPM pola penuh harap.RED/MPH RI