Kategori
hukum

Pedagang serabutan, Tiduri Anak Dibawah Umur 20 Tahun Penjara

 

 

Busurnews.com ,   Jakarta, busurnews – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal setelah pihaknya menerima laporan dari orang tua korban pada Senin, 11 Oktober 2020 lalu, dan melakukan penyelidikan.

Alhasil, penyidik Unit V Subdit 3 Ditreskrimum Polda Metro Jaya memperoleh informasi tentang profil para tersangka yang diduga sebagai pelaku dari peristiwa tersebut.

“Sehingga, Tim Opsnal Unit V Subdit 3 PMJ melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap tersangka berinisial AAB yang berada di bilangan Mojokerto Jawa Timur, Rabu 06 November 2020, sekira pukul 03.00 WIB,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin, (09/11).

Kepada polisi pelaku mengaku, perkenalan antara pelaku dan korban berawal melalui media sosial (Medsos), pada bulan Juni 2019. Bahkan, korban berinisial D, ini kata Yusri, yang stausnya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama di daerah Jakarta Selatan.

Hingga pada bulan Juni 2020 tersangka, jelas Yusri, mengajak korban, untuk melakukan hubungan intim suami istri dihotel Pitagiri Palmerah Jakarta Barat. Bahkan, korbanpun menyetujui ajakan pelau berinisial AAB tersebut, sehingga tersangka melancarkan aksi hubungan bejatnya sebanyak 4 kali.

“Pertama, pada bulan Juli di Hotel Pitagiri Palmerah Jakarta Barat sebanyk 2 kali.
Lalu, aksi bejat tersebut berlanjut dilakukan oleh tersangka, pada bulan Agustus, di Hotel Pitagiri Palmerah Jakarta Barat sebanyk 2 kali,” bebernya.

Lalu, pada tanggal 23 Agustus korban tersangka bahwa dirinya sudah tak datang bulan. Sehingga, tersangka menyarankan korban untuk melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif. Tak puas dengan hasil positif itu, seminggu kemudian, tersangka menyarankan korban untuk melakukan tes kehamilan kembali. Namun, hasilnya masih sama alias positif.

Lantaran telah dua kali melakukan tes dan hasilnya tak berubah juga, tersangka menyuruh korban untuk jujur kepada orang tuanya. Namun, korban menolak, dengan alasan takut di marahi oleh kedua orang tuanya. Lalu, korban mengajak tersangka kabur.

Panik karena terus di desak oleh korban, maka tersangka setuju kabur dan membawa korban setelah tersangka menerima gaji ditempat kerjanya. Bahkan, saat dalam perjalanannya, tersangka dan korban tidak memiliki tujuan. Di tengah perjalanan, tersangka beber Yusri, memutuskan membawa korban ke Jawa Timur dan turun diterminal Bungur Asih.

Selanjutnya mencari tempat tinggal, saat itu tersangka dan anak korban tinggal sebuah kosan di Mojokerto, karena mahal tersangka dan anak korban pindak kos kosan kembali dan menemukan kosan miliki Pak Jay / Mba Sopia dengan harga sewa Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah)

.Setelah tersangka dan anak korban tinggal di kontrakan tersebut tersangka menyuruh anak korban untuk pulang. Namun, korban menolak karena takut kepada kedua orang tuanya, atas dasar tersebut tersangka dan anak korban tidak pulang kerumah.

Komnas PA (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, hingga saat ini, kasus kejahatan seks yang menyasarkan terhadap anak sebanyak 52 persen.

Hal tersebut dilihat, setelah kejahatan yang terkonfirmasi pihaknya, baik itu yang terjadi pada Ibu Kota Jakarta, maupun yang terjadi di daerah lainnya.

“Unsurnya tipu muslihat, ujungnya hubungan seks. Ternyata unsur penculikan sehingga dia tersangka, bisa kenakan Pasal berlapis, dan hukuman penjara yqng diganjarkan kepada tersangka harus diatas 15 tahun, karena
disitu ada unsur pasal berlapis,” jelas Arist.(***).