Kategori
opini publik

Pedagang Bunga Panen

 

Oleh : Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

Busur Newa Com,Jakarta – Seorang pemuda yang memberikan bunga kepada gadis pujaan hatinya tentu perlu ongkos untuk membeli setangkai mawar.

Sang penjual kembang pun tentunya butuh biaya produksi untuk mengemas bunga tersebut yang dibebankan pada harga mawar yang dibeli si pemuda tadi.

Dari selisih itulah dia memperoleh laba.
Mata rantai aktivitas ekonomi ini bahkan bisa ditarik jauh ke hulu hingga petani bunga.
Inilah yang dalam ilmu ekonomi disebut multiplier effects, suatu kegiatan yang dapat memacu timbulnya aktivitas lain.

Maka, tak mengherankan jika hamparan karangan bunga dari warga yang membanjiri halaman Balai Kota DKI Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir tak hanya berdampak ke kocek pedagang bunga di Rawa Belong atau Cikini, tapi juga mungkin mengalir hingga ke petani kembang di Cianjur, Jawa Barat. –

 

SAY it with flowers
(katakan dengan bunga).

*Ucapan itu bukan sekadar bermakna romantisme sebagai wujud ungkapan simpati terhadap seseorang, melainkan juga bisa dibaca sebagai gerak ekonomi*.

 

(Riena)-