Pdt Dr Robinson Butarbutar MA Ephorus HKBP “Enggan” Tanggapi Penderitaan Warga Parbulu

 

Busurnews.com, Medan Toba – Upaya kerja keras Pendeta ini untuk menyuarakan kebenaran ternyata tidak serta merta mendapat dukungan dari pimpinan organisasi HKBP saat ini.

Redaksi mendapat Informasi dari wartawan Lidik Sumut Agustin yang berada di lokasi gereja HKBP. “Betapa tidak, Pendeta Faber ini tentu butuh dukungan dari semua pihak termasuk dari pimpinannya di HKBP, Jumat (7/5/2021).

Untuk itu, kendati tanpa dukungan demi kebenaran, kini Pendeta Faber masih berjuang melawan ‘ketidakadilan’ bagi masyarakat di kampung Parbulu Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba, yang diduga dilakukan PT. Toba Palp Lestari (TPL).

Dihubungi terpisah, Ephorus HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), Pdt Dr Robinson Butar Butar MA, ketika dikonfirmasi hanya menjawab singkat, dan tidak memberikan tanggapan secara siqnifikan. Pasalnya, Ephorus lebih memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan yang dilayangkan kepadanya.

“Maaf, saya memilih tidak menjawab,” tulis Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butar Butar MA, kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Kemudian, wartawan menyampaikan pertanyaan berikutnya, agar Ephorus memberikan pencerahan bagi umat HKBP dengan mengatakan, bukankah “Memilih Tidak Menjawab” itu sama saja dengan “Tidak Peduli”?, Lagi lagi Ephorus tak merespon dan memilih “diam” atas pertanyaan wartawan tersebut.

Sebelumnya, diminta tanggapan dan apa tindakan dari HKBP atas dugaan penderitaan yang dialami warga HKBP, khususnya warga di Kampung Parbulu Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Sumatera Utara.

Dan, diminta juga tanggapan tentang Pendeta Faber dan keluarga yang diduga menjadi korban dampak limbah Nursery PT TPL, dimana sedang berjuang menyuarakan kebenaran, serta jemaat HKBP Pangombusan, HKBP Sirurar dan HKBP Lumban Kuala dugaannya sudah lama menderita akibat keberadaan PT.TPL tersebut.

Dikisahkan, Pendeta Faber menyampaikan kepada wartawan, bahwa dirinya membutuhkan support dan dukungan dari pimpinannya dalam hal ini Ephorus HKBP.

Sabab, menurutnya, seorang Pendeta wajib menyuarakan kebenaran mengenai lingkungan hidup ciptaan Tuhan, seperti yang tertulis dalam Nats kitab suci Kejadian pasal 28.

Seperti diketahui, Pdt Faber S Manurung S.Th M.Sc sedang menyuarakan kebenaran yang dituangkan dalam petisi demi ‘menyelamatkan’ bumi. Berbagai cara dilakukan oleh Pendeta fenomenal ini untuk menggugah kesadaran pentingnya melestarikan lingkungan hidup.

Dan petisinya berbunyi, “PT Toba Pulp Lestari! Tolong Kembalikan Hak Lingkungan Bersih Warga Parbulu, Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Sumatera Utara”.

Kemudian, Pendeta itu meminta kepada PT.TPL untuk mengembalikan tanah leluhurnya yang sudah dipakai kurang lebih 34 tahun lamanya.

Selain itu, juga menyuarakan agar mengembalikan kesuburan tanah, kemurnian air, supaya bisa diolah menjadi sumber ekonomi. Dan, meminta ganti rugi seluruh korban baik materi maupun jasmani akibat polusi kimia dan operasional pabrik PT. TPL.

Sementara, menyikapi hal itu, PMK HKBP (Perkumpulan Pelayanan Masyarakat Kota HKBP) Jakarta, akan melaksanakan diskusi terbuka dengan topik “Penyelesaian Landgrabbing dan kasus lahan keluarga dengan PT Toba Palp Lestari (TPL) yang telah merugikan warga baik kepemilikan lahan dan pencemaran lingkungan”, dengan nara sumber Pdt Faber S Manurung S.Th M.Sc.

Diketahui, diskusi terbuka tersebut akan dilaksanakan pada Senin (10/5/2021) pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, bertempat di Kantor PMK HKBP Jakarta Jalan Budi Raya V No 45 Duren Sawit Jakarta Timur Jakarta Indonesia. RED/VENUS NEWS