Kategori
Pilkada

PB GSN: Pencibiran Djarot Di Dalam Mesjid Bukan Merupakan Ajaran Yang Islami

 

Busur News Com,Jakarta-  Pengurus Besar Gerakan Santri Nusantara menyayangkan adanya Tragedi politisasi Jum’atan di Pilkada DKI Jakarta. Jum’at ke dua di bulan Rajab, menjadi saksi keterbelakangan nilai-nilai Islam yang sudah membumi di Indonesia dengan jargon Islam Rahmatan Lil Aalamiin.

“Ini adalah tontonan bukan tuntunan yang ditunjukkan, “Ungkap Ketum GSN, Muhammad Utomo Saat dihubungi via telepon oleh BusurNews.Com, Jum’at (14/4/17) .

Utomo memaparkan, “Jelas perilaku ini adalah kemunduran sebuah sistem Demokrasi di DKI yang sudah lama terbukti sebagai Islam yang ramah, toleran tidak jumud dan kaku. Segelintir orang telah terinfeksi aksi kurang terpuji yang ditunjukkan usai menjalankan salat jumat di Masjid Jami Al’ Atiq, Jakarta Selatan, tanpa alasan yang jelas mereka mengusir Cawagub Djarot usai salat jum’at di rumah ibadah umat muslim tersebut”.

Bagaimana mendapatkan Rahmat atau kasih sayang Allah SWT yang kita munajahkan saat masuk masjid, jika perilaku yang ditunjukkan telah melanggar nilai-nilai ajaran Islam, “Katanya.

Kader GSN tersebut menyakini bahwa kejadian itu adalah spontanitas dan tidak menutup kemungkinan itu adalah kelakuan orang -orang bersumbu pendek yang menginginkan perpecahan umat Islam dan berdampak pada isu Internasional.

Masjid adalah simbol Demokrasi bagi umat Islam, baik itu si kaya, miskin, Muhammadiyah, Nahdiyyin, atau lainnya, semua di dalam masjid adalah sama, dan memiliki kedudukan yang sama sebagai Hamba dihadapan-Nya”.

Jika ini dibiarkan, maka masjid beralih fungsi sebagai sarana peribadatan dan akan dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk memprofokasi kebencian hanya sekedar urusan politik, jelas pola-pola seperti ini sudah dilakukan di negara-negara Timur Tengah dan berakibat pada permusuhan yang tak kunjung usai, Na’uzubillah, “Pungkasnya.

Selain itu, Ketua Umum PB GSN juga mengintruksikan kepada seluruh pengurus dan anggota GSN yang mencapai ribuan anggota yang ada di DKI Jakarta, agar tetap menjaga Kebhinekaan, menghargai perbedaan dan selalu untuk menjaga kedamaian dalam Pimilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017. Dan mengajak masyarakat Jakarta agar selalu memupuk dan menguatkan ukhuwah Islamiyyah di Jakarta sebagai ibukota yang memiliki karakter beragam namun tetap satu dalam kesatuan Kebhinekaan, “Ucapnya.  (Ahmad).