Pasien Sastra Sembiring Operasi Tumor Otak Di Paksa Pulang Pihak RS Murni Teguh Dalam Kondisi Kritis

 

Busurnews.com, Medan Timur – Pasien Rumah Sakit Murni Teguh yang dipaksa pulang oleh petugas atau perawat yang bertugas di Rumah Sakit Tersebut. Seperti yang di sampaikan Keluarga Pasien Ramadhan Sembiring (Anak Pasien)ke Awak Media Minggu 07/06 Sekira Pukul 23.00 WiB.

Redaksi mendapat Informasi dari wartawan Tim PJTSI yang berada di lokasi Rumah Sakit Murni tersebut. “Anak Pasien Ramadhan Sembiring mengatakan “Saat Perawat memeriksa pasien Sastra Sembiring Hari Sabtu 06/06 sekitar jam 09.00WIB mengatakan” Pasien sudah bisa pulang hari ini karena kondisinya sudah mungkin membaik.

Kami dari pihak keluarga mengatakan” Apa memang uda bisa pulang sementara bapak Sastra Sembiring belum sadarkan diri membuka mata. Dari pihak pasien minta tolong, kalau bisa hari Senin kami pulang karena kondisi seperti ini gimana kami merawatnya di rumah. Selang Opname masih terpasang makan menggunakan selang dalam keadaan masih kritis.

Sang Perawat tetap bersikukuh harus pulang hari ini dengan alasan dokter yang memerintahkan dan sudah sesuai aturan Rumah Sakit Murni Teguh.

Kami dari pihak keluarga mencoba memohon supaya diberikan waktu sampai Hari Senin dan supaya bisa dihubungkan dengan Dokter yang Menangani Bapak Sastra Sembiring Perawat mengatakan nomor Henphone tidak bisa kami berikan keluar.

“Sekitar jam 11.00 WIB Perawat mendatangi kami bahwa pasien harus pulang jam 12. 00 WIB tidak bisa Jam 13,00 karena tidak ada Ambulance yang mengantar. Sangkin paniknya dipaksa pulang mamak marah- marah dengan perawat yang bertugas, “kenapa kejam kali kalian apa gak punya perasaan menyuruh orang yang belum sadarkan diri pulang dimana hati nurani kalian apa karena waktu rawat inap BPJS sudah habis kami dipaksa harus pulang dengan nada tinggi sambil menangis.

Pihak Rumah sakit Murni Teguh mengatakan bukan Bu karena itu. Jadi karena apa ungkap mamak,Mereka mengatakan memang sudah bisa pulang bisa dilanjutkan dengan berobat jalan. Sesuai yang disampaikan Ramadhan Sembiring ke Tim media PJTSI ini.

Karena Kami marah-marah akhirnya kami bisa pulang jam 14.00 WIB. Hari itu juga diantar ambulance dengan membayar Rp150.000(Sertus Limah Puluh Ribu Rupiah) dan kami tidak mau menandatangani surat persetujuan pulang.

Sampai dirumah kondisi Bapak Sastra Smbiring awalnya biasa, tapi tiga jam kemudian sekitar selesai magrib kelihatan kondisi fisik Bapak Sastra Sembiring seperti melemah dan akhirnya seperti meronta dari mulut keluar cairan sangat banyak sehingga kami panggil bidan dari dekat rumah. Bidan kelihatan panik mengatakan supaya dibawa kembali kerumah sakit. Dengan kondisi panik keluarga mencari ambulance yang bisa bawa Bapak Sembiring kembali kerumah Sakit Murni Teguh.

Sekitar jam 21.00 WIB Ambulance membawa Bapak Sembiring Kerumah Sakit Murni Teguh lagi. Dengan kondisi Kritis sampai dirumah sakit Langsung masuk Ruang Instlasi Gawat Darurat (IGD).

Saat ditangani petugas Medis memasang jarum Infus kondisi darah bapak Sembiring sudah menghitam. Dokter memberikan keterangan bapak Sembiring kekurangan cairan dan oksigen.

Kami sangat kecewa atas layanan Rumah Sakit Murni Teguh. Apa karena Bapak pasien BPJS diperlakukan semena mena dari pihak Rumah Sakit Murni Teguh. Kami sangat berharap dinas terkait khususnya Dinas Kesehatan Kota Medan, bapak WaliKota Medan Boby Nasution bertindak atas masalah yang kami hadapi dan untuk melakukan upaya Hukum kami masih berdiskusi dengan Tim Hukum yang masih Kerabat dekat kami, “ungkap Ramadhan sembiring.

Berdasarkan keterangan Ramadhan Sembiring Kru Tim media PJTSI mendatangi Rumah Sakit Murni Teguh Senin 08/06 Sekitar Jam 10.30 WIB untuk mengKonfirmasi. Melalui Humas Herman mengatakan. “Pasien Nama Sastra Sembiring memang sudah membaik saat disuruh pulang karena lebih baik dirawat dirumah dari dirumah Sakit karena di Rumah Sakit Lebih banyak Virus daripada di Rumah apalagi kondisi pandemi Covid-19 saat ini. RED/VENUS NEWS