Kategori
All

*Pasca Covid19 Merebak Angsuran 4 bulan Menunggak, PT Capella Multidana Bertindak*

 

Busurnews.com, MEDAN BINJAI – Malang benar nasib yang di alami seorang ibu paruh baya Susilawati (40) warga Jalan Seksama Gang Raja Aceh Lingkungan 19 Kelurahan Binjai kecamatan Medan Denai, Pasalnya di saat situasi Covid 19 merebak sebagai awal permulaan dirinya tak mampu lagi menutupi angsuran cicilan sepeda motor yang ia kredit.

Di temani sang suami Putra Panjaitan (50) mengisahkan bahwa tak ada yang menginginkan musibah ini datang menghampiri, di mana pada bulan awal April semenjak Covid 19 merong-rong perekonomiannya, sehingga keluarga ini sulit untuk menutupi cicilan sebagai tanggung jawabnya setiap bulan.

Di katakan Putra panjaitan, Sudah jalan 10 bulan sepeda motor merek honda scopy warna abu-abu itu ia tunggangi, selama 6 bulan sesaat covid 19 belum masuk ke wilayah medan, dirinya masih lancar membayarkan iuran angsuran cicilannya tanpa ada tunggakan.

“Sudah 10 bulan kami ngangsur, 6 bulan masih lancar, namun 4 bulan belakangan ini kami kesulitan ekonomi dimasa Corona” bebernya pada hari Senin (31/08/2020)

Namun empat bulan belakangan ini ekonominya sedang sulit, dan tak mampu lagi mengangsur cicilan sepeda motornya ke pihak leasing PT Capella Multidana sebagai mana yang rutin ia lakukan sebelumnya.

Pihak PT Capella Multidana melalui pegawainya yang belakangan di ketahui bernama Andi mengontak konsumennya yaitu Susilawati guna pembahasan mengenai penangguhan sepeda motor Scopy yang ia angsur.

Susilawati bersama suaminya Putra panjaitan pun menyanggupi arahan Andi untuk datang ke Showroom PT Capella Multidana yang beralamat di jalan Putri Hijau Ujung tersebut dengan syarat dengan membawa surat-surat dokumen pendukung agar bisa di tangguhkan, seperti KK, Serta KTP sebagai syarat yang di janjikan untuk penangguhan.

Tak ada menaruh curiga pasangan sejoli ini pun menyanggupi yang di mintakan pihak PT Capella Multidana, Akan tetapi niat mendapatkan keringanan seketika berubah
Setelah sepeda motor Honda Scopy warna Abu-Abu dengan plat nomor polisi BK 4373 AIX, Di angkat pihak karyawan PT Capella Multidana secara paksa menggunakan besi, dan di bawa masuk ke dalam gudang, kata dia dengan sedikit kesal.

Putra panjaitan mengisahkan, dengan alasan pimpinan mereka menolak penangguhan, seketika itu sepeda motor kami di angkat.

Pihak leasing menolak penangguhan kredit cicilan sepeda motor atas nama Susilawati, dengan posisi stang terkunci  sepeda motor kami pun di angkat pihak pegawai PT Capella Multidana ke gudang kenangnya.

Di konfirmasi terpisah pihak PT Capella Multidana dengan bagian sales counter yang tak mau di sebutkan namanya, menegaskan agar menemui pihak management saja esok hari bebernya, Wanita berkulit sawo mateng ini pun enggan menjawab pertanyaan awak media, pihak management PT Capella Multidana saja yang menjawab esok ungkapnya.

“Kalau bapak-bapak mau jawaban management, datang aja besok jam 11” imbuhnya.

Masih menyisakan tanda tanya besar buat masyarakat, dimana baru-baru ini di dendangkan oleh MK, UU Fidusia terbaru yaitu : “Penerima hak fidusia (kreditur) tidak boleh melakukan eksekusi sendiri melainkan harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri,” demikian bunyi Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 tertanggal 6 Januari 2020.  (RED/RPK RI)