Kategori
Artikel

Para tokoh dan mantan petinggi negara bergandengan tangan membantu mencari solusi atas masalah besar yang dihadapi bangsa ini

 

Oleh : Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA — Para tokoh dan mantan petinggi negara bergandengan tangan membantu mencari solusi atas masalah besar yang dihadapi bangsa ini.

Sayangnya, itu terjadi di Amerika Serikat (AS).
Di ‘Negeri Paman Sam’ itu, tiga mantan presiden dari dua partai yang berhadap- hadapan, Demokrat dan Republik, bahu-membahu meyakinkan publik akan keamanan vaksin covid-19. Bill Clinton, George W Bush, dan Barack Obama secara sukarela akan mempertontonkan diri saat disuntik vaksin virus korona ke publik.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan vaksin setelah diizinkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Presiden ke-42, 43, dan 44 AS ini berharap kampanye kesadaran tersebut menjadi pesan yang kuat untuk meyakinkan publik.

Kepala Staf Presiden Bush, Freddy Ford, mengatakan bosnya telah menghubungi Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci dan Koordinator Satgas Covid-19 Gedung Putih Deborah Birx untuk membantu mempromosikan vaksin. “Beberapa minggu lalu, Presiden Bush meminta saya untuk memberi tahu Dr Fauci dan Dr Birx bahwa ketika waktunya tepat, ia ingin melakukan segala hal yang bisa membantu mendorong warga agar mendapat vaksinasi,” tutur Ford.

Hal senada juga disampaikan juru bicara Clinton, yang menyebutkan Presiden ke-42 AS itu juga bersedia untuk diimunisasi di tempat umum sebagai langkah promosi. “Presiden Clinton pasti akan mengambil vaksin segera setelah tersedia untuknya, berdasarkan prioritas yang ditentukan pejabat kesehatan masyarakat.

Dia akan melakukannya di tempat umum jika itu akan membantu mendesak semua warga AS melakukan hal yang sama,” seru Angel Urena sebagaimana dilansir dari CNN, Kamis (3/12).

Sementara itu, Presiden Obama dalam sebuah wawancara mengatakan, jika Fauci mengatakan vaksin covid-19 aman, ia akan percaya. “Jika Anthony Fauci memberi tahu saya bahwa vaksin ini aman dan dapat mengimunisasi Anda untuk mencegah tertular virus, tentu saya akan melakukannya,” tutur Obama. “Saya berjanji kepada Anda bahwa jika dibuat untuk orang-orang yang berisiko rendah, saya akan bersedia disuntik (vaksin),” imbuh dia.

Obama berjanji akan memublikasikan dirinya saat disuntik vaksin nanti.

Tujuannya agar masyarakat AS yakin jika vaksin itu aman.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Jujur saya akui teladan dan kerelaan seperti yang ditunjukkan para mantan di AS itu belum kelihatan (untuk tidak mengatakan tidak ada). Yang muncul ke permukaan justru pernyataan, penguatan, atau bahkan provokasi bahwa pemerintahan saat ini tidak layak dipercaya dalam penanganan virus korona. Ada yang diam-diam melawan, tapi ada juga yang terang-terangan menantang dengan membuat kerumunan yang melanggar protokol kesehatan. Ada pula yang ‘berselancar’ di media sosial memengaruhi rakyat untuk menolak vaksin cap palu arit karena rupa-rupa alasan, berasal dari Tiongkok dan tidak aman, hingga meragukan kehalalan vaksin. Beragam penentangan tersebut dilakukan karena mereka, para mantan itu, pernah berseberangan politik dengan rezim saat ini, atau ada yang awalnya berada dalam satu perahu, tapi karena kontribusinya dialihkan ke tempat lain (alias tidak lagi dipakai jasanya), tiba-tiba memutar haluan menjadi penentang. Akhirnya, benar belaka pernyataan sejumlah pakar bahwa negeri ini memang defisit negarawan, disamping memang banyak kalangan meragukan kemampuan presiden jokowi beserta kabinetnya. Bangsa ini kekurangan tokoh dan para mantan yang siap memberikan jiwa raganya untuk negara, bukan mencari sesuatu untuk jiwa raganya dari negara.

Kita merindukan aksi-aksi seperti Clinton, Bush, dan Obama yang mampu menjadi negarawan bagi AS.
Negarawan itu memberikan apa yang dapat diberikan kepada negara, bukan mencari apa yang bisa diperoleh dari negara.

 

@garsantara