Kategori
Artikel

Para Pemilik Usaha Makmin Di Banda Aceh Dilarang Berjualan pukul 05.00 s/d 16.00 Wib

 

Oleh Dhedi Rochardi Razak

Busur News Com,Jakarta – Para pemilik usaha makanan dan minuman atau warung di Kota Banda Aceh dilarang menjual dagangannya pada pukul
05.00-16.00 WIB
selama Ramadan.

*Selanjutnya juga diwajibkan tutup saat waktu salat Tarawih berlangsung*.

Demikian salah satu poin seruan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh yang dikeluarkan untuk dipatuhi selama Ramadan 1438 H, guna melaksanakan Syariat Islam secara kaffah.
Kepala Humas Banda Aceh Dody Haikal mengungkapkan seruan bersama ini juga ditujukan bagi pengusaha Salon, Hotel, dan tempat hiburan lainnya.

“Jam operasional salon dibatasi dari jam 09.00-16.00 WIB dengan tetap menjaga ketentuan sebagaimana tercantum dalam surat izin usaha salon,”
katanya Jumat 26 Mei 2017.

Sementara untuk usaha billyard, playstation, dan hiburan lainnya dilarang beroperasi selama bulan puasa.
Sementara pihak hotel dilarang menyediakan makanan dan minuman di siang hari, menggelar karaoke, disko, dan sejenisnya.
“Pengusaha hotel dianjurkan untuk memutar tausiah dan musik yang bernuansa islami,”.

Kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, Forkopimda Banda Aceh menyerukan untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan memakmurkan masjid, memperbanyak amal ibadah dan kegiatan dakwah, serta menghindari perbuatan yang sia-sia.

Bagi non muslim agar menghormati pelaksanaan ibadah puasa dalam rangka pembinaan toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama.
“Khusus bagi WNA yang berada di Banda Aceh, juga diserukan agar dapat mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku selama Ramadan,”.

Seruan bersama Forkopimda ini, ditandatangani oleh
Wali Kota Banda Aceh,
Ketua DPRK, Dandi 0101/BS,  Kapolresta,  Ketua MPU, Ketua Mahkamah Syariah,  KetuaPengadilan Negeri, dan
Kajari Banda Aceh.

*Semoga seruan bersama ini dapat kita indahkan bersama dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, dan semoga pula bulan suci Ramadan ini membawa berkah bagi kita semua*,” .
Dalam seruan yang diterima kantor berita ANTARA, juga dicantumkan pihak keamanan akan melakukan penertiban selama bulan Ramadan, jika ada pihak-pihak yang melanggar ketentuan itu.
Jika ditemukan, maka tindakan akan diambil sesuai ketentuan yang berlaku.

Nah ini berita bagus, patut ditiru oleh provinsi lainnya yang berpenduduk muslim lebih 90% seperti gorontalo / ntb / sumatera barat / kalimantan selatan.

(Rn)