Kategori
Artikel

Pancasila Selaras dengan Islam

 

Oleh:Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA –Pancasila Selaras dengan Islam

Pancasila sebenarnya mencerminkan nilai-nilai agama, khususnya agama Islam.
Dasar negara Pancasila sebenarnya mencerminkan nilai-nilai agama, khususnya agama Islam.

Karena itu tidak seharusnya terjadi benturan antar-keduanya.

Sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, merupakan cermin dari tauhid (Tuhan yang Esa).

Kemudian, sila kemanusiaan yang adil dan beradab di dalam Islam berarti al-insaniyah.

Sila persatuan Indonesia yang di dalam Al Qur’an disebut wa’tasimu bihablillahi jami’an wala tafarraqu yang artinya kita bersatu jangan tercerai berai.

Lalu, sila keempat yang menyebutkan permusyawaratan perwakilan atau as-syura yang dalam Al Quran itu artinya Musyawarah.

Sila keadilan sosial adalah al-adalah yang artinya keadilan.

Dengan adanya penjelasan yang tercermin di dalam Al Quran tersebut, rumusan-rumusan Pancasila itu sudah selaras dengan maqashidu asy-shyariah atau tujuan-tujuan agama.
“Yang tentunya kalau orang bisa memahami agama itu dengan benar, tentu tidak akan ada tuduhan antara Pancasila dengan agama atau dengan Al Qur’an itu sendiri,”
Selain itu ketika seseorang bisa memahami agamanya dengan baik maka secara otomatis orang tersebut akan bisa menerima Pancasila itu dengan benar.

“Yang terjadi sekarang kan dalam memahami ajaran agama saja mereka banyak memiliki permasalahan dalam memahaminya,”.

“Sehingga, ketika agama disandingkan dalam konteks bernegara dan berpolitik ada miss, ada sesuatu yang hilang dari pemahaman mereka.
Inilah kemudian yang memunculkan bibit intoleransi, radikalisme bahkan komunisme seperti yang terjadi sekarang ini,”.

Itulah kenapa, agama dan Pancasila ini selalu dibenturkan.
Hal ini karena kurangnya pemahaman keagamaan.

Untuk itu, perlu bagi para tokoh agama atau para ulama-ulama moderat untuk memberikan pemahaman yang benar, cara untuk mengatasi ini adalah harus sering-sering mengajak mereka berdialog.
Selain itu juga perlu adanya tokoh-tokoh yang bisa menjelaskan secara runut kepada kelompok-kelompok tersebut.

@drr