Kategori
All Pilkada

Nur wahid : Pilihlah Pemimpin Muslim

Hidayat Nur Wahid

Nawacita online,Jakarta

Menurut Ust Hidayat Nurwahid: Htung-hitungan versi ‘Kaki Lima’ tentang Pilkada DKI 2017 berdasarkan Data sbb. :
Data Statistik Sosio Demografi Penduduk DKI Jakarta – Oktober 2016
(Saiful Mujani Research & Consulting) :Kategori berdasarkan :
Islam : 85,5 ,Protestan/Katolik : 11,4 %,Lainnya : 3,1 %

Kategori berdasarkan :
Jawa : 36,8 %,Betawi : 28,5 %
Sunda : 14,4 %,Cina : 6,0 %
Batak : 3,5 %,Minang : 2,7 %
Lainnya : 8,2 %

KPUD DKI telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilgub DKI 2017 sebanyak 6.983.692 orang yang tersebar di 15.059.(TPS)

Jumlah penduduk muslim DKI sekitar 85 persen. Jadi dapat di asumsikan ada 85 persen pemilih muslim DKI :
( 85 % X 6.983.692 = 5.936.138 pemilih).
Dan, pemilih non muslim ada
( 15 % X 6.983.692 = 1.047.553 pemilih.

Jika pemilih muslim DKI tersebut ( 5.936.138 ) yang menggunakan hak pilihnya sebesar 60 persen saja :
(60 persen X 5.936.138 = 3.561.682 pemilih),
kemudian dari jumlah itu 60 persen saja memilih Gubernur muslim
( 60 persen X 3.561.682 = 2.137.009 pemilih)

Pemenangnya tentu cagub muslim ( dipilih 2.137.009 ) lawan cagub Ahok ( dipilih 1.047.553 ).

Tapi jika seandainya di satu sisi muslim yang abangan dan muslim yang karena “fulus” mendukung cagub Ahok, dan muslim ideologis justru golput, maka dapat dipastikan pemenang Pada Pilgub DKI 2017 adalah Ahok !!!

Pilihannya ada pada anda semua warga muslim DKI sebagai pemilih di Jakarta.

Bagi kita mungkin tidak, tapi kelak anak cucu kita akan menjalani hidup yang berat, mengapa ?

Saudaraku seiman, negeri ini sedang diserang 4 kekuatan besar sekaligus dalam waktu bersamaan :
.Komunis, Nasrani,Yahudi,  Syiah

Penyerangan telah dimulai sejak 18 tahun yang lalu dengan sangat sistematis, kini mereka telah berhasil masuk ke berbagai bidang :
Pemerintah,Ekonomi,Politi Media,Pertanian,Kesehatan,Pendidikan,Pesantren dan sebagainya.

Mereka juga telah menguasai struktur birokrasi, DPR, MPR, KPK, bahkan TNI sudah nyaris dilumpuhkan.

Kiyai Pesantren dan Tokoh Akademisi Reformasi sudah mulai mendukung mereka, penawaran bersifat duniawi sangat aktif mereka lakukan.

Paling parah adalah mereka telah berhasil mengubah konstitusi UUD 45, bahwa kini Presiden bisa dijabat oleh seorang warga negara dengan KTP Non Pribumi.

Beberapa tokoh yang berupaya mengembalikan kemurnian konstitusi UUD 45 justru kemarin ditangkap dan dicurigai sebagai makar, tanpa alasan yang dapat dibuktikan.

Fakta kasat mata adalah Reklamasi Jakarta, dengan luas 800 Hektar akan mampu menampung lebih dari 20 juta penduduk imigran Cina.

Seluruh imigran secara otomatis akan menjadi WNI dan memiliki KTP seumur hidup, mereka akan jadi penyumbang suara tetap setiap kali PILKADA dilangsungkan.

Dengan 20 juta suara maka PILKADA akan mudah dimenangkan etnis Cina, sehingga Gubernur DKI dapat dipastikan akan selalu mereka raih, untuk selamanya.

Setelah Jakarta dikuasai maka berikutnya 200 juta imigran akan kembali masuk mengisi berbagai pulau negeri ini hingga tahun 2020, maka PILPRES pun akan mudah sekali mereka menangkan.

Kini semua tergantung upaya kita, tak bisa lagi kita berharap pada DPR dan MPR bahkan TNI untuk menghalau ancaman ini.

Bila sahabat Muslim tak peduli dengan kondisi ini, maka semua proses destruktif ini tak bisa dihentikan, dan tak ada jaminan anak cucumu terbebas dari murtad.

Pada saat itu, setiap hari akan menjadi hari yang berat untuk dilalui, penindasan dan perang sudah pasti tak terelakan.

Buka mata buka hati wahai saudaraku, beberapa negara Muslim sudah mengalaminya, kini hancur lebur negaranya, kita adalah target mereka berikutnya.

Kondisi mungkin akan segera berubah dalam hitungan bulan, dalam kurun 1 atau 2 tahun, semua proses sudah berjalan.
Lakukan sesuatu wahai saudaraku, beritakan ini pada sahabat dan pada setiap Muslim di negeri ini, sampaikan dengan pelan, dengan kadar yang saudara kita mampu menerimanya.

Sungguh Allah Maha Melihat upayamu, hingga kelak Allah akan selamatkan anak cucu kita.(Am,Rf)