Kategori
opini publik

Nilai Pemuda Dan Aktivis Dimata Negara

 

Oleh  : Sandri Rumanama (Aktivis GmnI)

 

Busur News Com,Jakarta –

“Jika demonstrasi adalah cara paling konstitusional & demokratis dalam menyampaikan pendapat & aspirasi, maka kawan kawan aktivis yang terus berteriak sebagai parlemen jalanan mereka adalah makhluk yang paling taat pada konstitusi sebagai pilar demokrasi yang menjaga & mengamalkan demokrasi & konstutisi itu sendiri yang harus di beri apresiasi “Sandri Rumanama

peran penting pemuda dan mahasiswa dalam dinamika sosial kemasyarakatan di negara ini tak bisa lagi di ragunakan, peran pemuda itu sendiri dicatat dalam lembaran sejarah bangsa ini, 27-28 Oktober 1928 tanah batavia (jakarta) sebagai saksj bisu. dimana segenap pemuda di bangsa ini berkumpul & berikrar sebagai satu kesatuan yang berpadu menjadi satu bangsa, satu bahasa & satu tanah air. Disinilah awal mula berdirinya negara kita ini, detik detik kemerdekaan bangsa ini di mana kala itu peran kaum muda juga begitu besar yang mondrong percepatan proklamasi untuk sesegera mungkin di proklamirkan sebagai awal dari kemerdekaan bangsa ini, tak cukup sampai di situ kaum muda pula yang memeliki peran penting dalam mengatasi gejolak gejolak di era orde lama sampai menggulirkan rezim orde baru.

“Jangan Biarkan Mereka Marah Karena Kemarahan Kaum Mudah Dapat Menghancurkan Masa Depan Bangsa Ini” Tan Malaka.

pesan ini hampir di lupakan oleh penerus kekuasaan dan rezim, mereka tak berkaca pada massa lalu, sehingga era saat ini menganggap pemuda hanya segelintir kelompok yang sedang kelaparan & kehausan di beri air ia-pun diam dan di beri makan ia membisu begitulah nilai pemuda saat ini.

pemuda sebagai perkasa estapet bangsa gampamg dan mudah di gembleng, diperalat, di adu dombakan dengan rakyat, di beri janji agar dia berjuang, di harapan agar dia diam sampa sampai tega memangsa saudaranya sendiri akibat dari harapan & janji. padahal pemuda adalah  adalah orang yang giat bekerja untuk kepentingan suatu organisasi massa.

Dia mengabdikan tenaga dan pikirannya, bahkan seringkali mengorbankan harta bendanya untuk mewujudkan cita-cita organisasinya sebagai insan setia yang mewujudkan pradaban demi kemakmuran suatu bangsa. dimanakah nilai itu berada saat ini ? tentu jawabannya akan di jawab oleh masing masing orang (pemuda & aktivis) sebagai bentuk refleksi terhadap diri kita sendiri. apa yang sudah saya perbuat ? apa yang sudah saya kerjakan & apa yang sudah saya korbankan untuk bangsa ini.

“Maju atau Mundurnya Suatu Bangsa Terletak pada pundak Penurusnya. Jika Penurusnya diam maka tungguhlah saatnya Bangsa Itu Akan hancur, Jika Penurusnya Terus bekerja Maka Percayalah Akan Datang suatu Massa Dimana Bangsa itu akan Menjadi Bangsa yang Perkasa” Syekh Abdulal Azis

Saat ini, pemuda tak lagi memeliki nilai, semuanya muda di politisasi sehingga para kaum muda & aktivis mulai berjalan masing masing, begitu mudahnya mereka di kaoptasikan sehingga tak lagi ada kekuatan sebagai agen pembaharuan. perubahan. dan agen kontrol sosial (Renewal agent. change. And social control agents), hal ini dapat di lihat dari the wil politik pemuda yang mulai tercerai berai. hilang keharmonisan. keakraban. kebersamaan & rasa persahabatan antara sesama kaum muda. akibatnya nilai kaum muda di mata penguasa. rezim kepemerintaham serta negara tak ada gregeat. salah siapa sehingga hal ini demikian terjadi…?

Mari Kita Cari Jawabannya bersama sama.