Kategori
Artikel

Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah mundur dari organisasi penggerak Kemendikbud.

 

Oleh : Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA –Sikap Tegas NU dan Muhammadiyah Mundur
Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah mundur dari organisasi penggerak Kemendikbud.

Menyayangkan Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah yang mundur sebagai organisasi penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Keduanya memang seharusnya dilibatkan dalam dunia pendidikan Indonesia.
Karena mempunyai pengalaman dalam dunia pendidikan.
Terbukti mempunyai lembaga pendidikan dari tingkat pra sekolah hingga perguruan tinggi, serta menjangkau semua kalangan masyarakat.

Program Organisasi Penggerak (POP), sebenarnya belum mempunyai payung hukum yang jelas.
Sebab, Komisi X DPR RI belum selesai melakukan pembahasan terkait peta jalan pendidikan.
Ketika peta jalan masih dalam tahap pembahasan, apapun program yang dijadikan sebagai pengejawantahan dari visi merdeka belajar yang realisasinya program menggunakan anggran negara harus melalui pembahasan.
Selain itu, anggaran POP yang dianggarkan oleh Kemendikbud belum dibahas dan belum disetujui oleh DPR.
Anggaran POP yang direncanakan sebesar Rp 595 miliar per tahun itu masih berupa pagu indikatif.

Jadi belum ada kesepakatan terkait hal tersebut, karena masih menunggu pembahasan di Badan Anggaran DPR RI.
Kendati demikian, saya berharap POP nantinya menjadi bagian dari visi merdeka belajar.
Di mana fokusnya adalah untuk mencapai hasil belajar siswa.
Dengan tujuan meningkatnya numerasi, literasi dan karakter siswa.
Diharapkan POP dapat membantu sekolah penggerak.

Program Organisasi Penggerak merupakan salah satu program unggulan Kemendikbud.
Program itu bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para guru penggerak untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan peserta didik.
Dalam program ini, Kemendikbud akan melibatkan organisasi-organisasi masyarakat yang mempunyai kapasitas meningkatkan kualitas para guru melalui berbagai pelatihan. Kemendikbud mengalokasikan anggaran Rp 567 miliar per tahun untuk membiayai pelatihan atau kegiatan yang diselenggarakan organisasi terpilih.

Organisasi yang terpilih dibagi kategori III yakni Gajah, Macan dan Kijang.
Untuk Gajah dialokasikan anggaran sebesar maksimal Rp 20 miliar/tahun, Macan Rp 5 miliar per tahun, dan Kijang Rp 1 miliar per tahun

@drr