Kategori
Artikel

MEWANTI-WANTI WARGA AGAR JANGAN SAMPAI KEHILANGAN HAK PILIH DALAM PEMILU 2019.

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta – MEWANTI-WANTI WARGA AGAR JANGAN SAMPAI KEHILANGAN HAK PILIH DALAM PEMILU 2019.

UNTUK BISA MEMILIH,
WARGA WAJIB MENUNJUKKAN KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK (KTP-E).

 

Hal itu disampaikan di sela-sela simulasi nasional pemilihan dan penghitungan suara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Desember 2018 adalah batas akhir penggunaan KTP di luar KTP-E, termasuk surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

 

“Jadi,
HATI-HATI JANGAN SAMPAI RAKYAT KEHILANGAN HAK PILIH KARENA TIDAK MEMBAWA KTP-E di 2019.

Petugas kita di TPS
(tempat pemungutan suara)
Bilang kalau tidak bawa KTP-E akan ditolak”.

 

Persyaratan wajib menunjukkan KTP-E, juga lebih memudahkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ketika menghadapi pemilih.

Pun,
Ketentuan itu menjadi catatan penting untuk diperhatikan tiap kepala daerah dan jajaran Kementerian Dalam Negeri.

Simulasi untuk persiapan pemilu serentak 2019, menuai keluhan warga.
Pada umumnya,
Mereka menilai luasan bilik suara terlalu kecil sehingga menyulitkan untuk membuka surat suara secara penuh.

 

Pada Pemilu 2019 nanti masyarakat harus memberikan 5 surat suara untuk memilih
presiden,
DPD,
DPR,
l DPRD provinsi, dan
DPRD kota/kabupaten.

(Rn)