Kategori
koperaso dan UMKM

Menkop UKM Akan Benahi Tata Niaga Produk UMKM 

 

Busurnews.com, SALATIGA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Me. nkop UKM) Teten Masduki mengungkapkan, pihaknya tengah menyusun rencana untuk membenahi dan menata tata niaga produk UMKM di seluruh Indonesia.

“Kita akan menghubungkan produk UMKM dengan pasar. Misalnya, untuk produk pertanian, sudah harus terhubung dengan pasar sejak masa tanam. Jangan menunggu panen baru mencari pasar,” jelas Teten di hadapan Walikota Salatiga Yulianto dan para pedagang Pasar Blauran II, di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (6/8).

Untuk itu, Teten menekankan agar proses digitalisasi UMKM dipercepat karena tren market demand saat ini ada di marketplace online. “Kalau sudah digitalisasi, maka akan terhubung dengan market yang sangat luas. Bahkan, bisa lebih mudah mengakses ke pembiayaan,” ujarnya.

Hanya saja, Teten mewanti-wanti bila sudah terhubung dengan pasar online harus respon dengan cepat setiap permintaan. Selain itu, kapasitas produksi harus mampu memenuhi permintaan konsumen. “Permintaan di marketplace itu besar. Kita harus siapkan kapasitas produksinya agar mampu mencukupi permintaan,” kata mantan Kepala Staf Keoresidenan itu.

Terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), selain restrukturisasi kredit, subsidi bunga, subsidi pajak, dan pembiayaan baru, pemerintah juga akan merilis program tambahan berupa Bansos Produktif.

Bansos itu diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang belum tersentuh lembaga pembiayaan. Program akan menyasar 12 juta pelaku usaha yang masing-masing mendapat hibah modal sebesar Rp2,4 juta. “Saya minta dinas setempat mendata mereka by name by address,” ujar Teten.

Pada kesempatan  itu, Teten juga mengajak para pedagang Pasar Blauran II untuk bergabung dalam wadah koperasi yang sudah ada. “Bila membutuhkan tambahan modal bisa melalui koperasi. Nanti, koperasinya yang akan kita bantu melalui dana bergulir dari LPDB KUMKM,” paparnya .

Bunga dana bergulir bagi koperasi terbilang sangat murah, yakni 3 persen pertahun. “Silakan bila ada koperasi di Salatiga yang membutuhkan perkuatan permodalan untuk mengajukan proposal ke LPDB KUMKM, ” tandas Teten.

Teten juga menambahkan pihaknya akan terus meningkatkan program revitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia. “Sejak 2003 hingga 2019, sudah ada 831 pasar tradisional yang kita bantu pembangunannya”, pungkasnya.