Kategori
All

Meningkatkan Sumberdaya Manusia Lewat Kajian Studi Tiongkok

 

Busur News Com,Jakarta,- Pusat Kajian Kebudayaan Tiongkok Unu Indonesia Jakarta merupakan salah satu hasil kerjasama antar Yayasan Asean Nanyang dan UNU Indonesia dalam bidang Tri Darna Perguruan

Tinggi, yang penandatanganan MoU nya sudah dilakukan pada bulan Maret 2017.
Pembentukan Pusat Kajian ini adalah tindak lanjut dari kesepakatan antara dua lembaga tersebut.  Unu Indonesia Jakarta adalah perguruan tinggi yang memiliki trademark sebagai pusat kajian Islam Nusantara memiliki peran penting dalam menguatkan pengetahuan akan sejarah Islam di Nusantara, khususnya dari jalur penyebaran Islam dari ulama-ulama Tiongkok.
Perkembangan ekonomi dan peran politik global Tiongkok yang semakin menguat sangat penting dimanfaatkan

masyarakat NU dan UNUSIA khususnya untuk membangun hubungan ilmu pengetahuan dan kebudayaan dalam rangka memperkuat aspek kesejarahan, terutama peran Tiongkok dalam penyebaran Islam di Nusantara.
Di sisi lain, masyarakat intelektual NU perlu menangkap peluang pertumbuhan ekonomi Tiongkok dalam percaturan ekonomi dan politik global. Salah satu usahanya

adalah dengan mempelajari bahasa, budaya, dan ilmu pengetahuan yang berkembang di Tiongkok.
Disaat yang sama Yayasan ASEAN Nanyang adalah suatu lembaga yang bertujuan menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus, termasuk pengajaran Bahasa Mandarin

dan Pengobatan Tradisional Tiongkok. Sehingga visi dan misi antar kedua lembaga terbentuk melalui Pendirian Pusat Kajian ini.

Sebagai salah satu komponen di kampus Unu Inonesia, Pusat Kajian Kebudayaan Tiongkok

Unu Indonesia memiliki tujuan :
1) Membangun pusat kajian Tiongkok di UNUSIA Jakarta sebagai sarana mempelajari bahasa, kebuayaan, dan ilmu pengetahuan Tiongkok.
2) Mengembangkan kerjasama  pengetahuan melalui pertukaaran civitas akademik UNUSIA dengan lembaga perguruan tinggi di Tiongkok.
3) Menguatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi UNUSIA Jakarta sebagai lembaga keilmuan Islam berwawasan Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus sebagai pusat kajian Islam Nusantara yang didirikan PBNU.
4) Sebagai sarana masyarakat NU untuk lebih mengetahui dan memahami budaya Tiongkok serta sebagai sarana masyarakat untuk mengetahui informasi dan perkembangan

terkini terkait Tiongkok.
Tujuan di atas merupakan kristaliasi dari visi dan misi pendirian pusat kajian ini. Visi Pusat

Kajian Kebudayaan Tiongkok Unu Indonesia adalah menjadi pusat studi di UNUSIA Jakarta dalam bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan, informasi, dan kerjasama dalam rangka mengintensifkan kerjasama antara  masyarakat Indonesia dan Tiongkok berdasarkan nilai-nilai Islam Nusantara di

tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Sedangkan Misi Pusat Kajian Kebudayaan Tiongkok Unu Indonesia adalah :
1) Mengadakan pengajaran bahasa Mandarin yang sedang tumbuh pengaruhnya

dalam percaturan ekonomi dan politik global.
2) Mengadakan kajian tentang kebudayaan Tiongkok

sebagai bagian penting dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara.
3) Mengembangkan dan

meningkatkan kualitas sumber daya manusia di UNUSIA Jakarta sebagai lembaga pendidikan NU dan

pusat kajian Islam Nusantara.
4) Menyediakan terbitan dan informasi yang berhubungan dengan Tiongkok dalam bentuk buku-buku, jurnal penelitian, beasiswa belajar di Tiongkok.
Acara Lauching Pusat Kajian Kebudayaan Tiongkok Unu Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat (2/6/2017) di Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan, ditandai dengan penandatangan prasasti dan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah , Prof, Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A, Duta Besar RRT, Mr. Xie-Feng, Rektor Unu Indonesia,

Prof Dr. Ir. Maksum Machfoezd, M.Si, Pimpinan Yayasan Asesan Nanyang / In Hua Indonesia, Bambnag Li, dan Civitas Akademik Unu Indonesia.
Y.M. Ambasador Xie Feng dan Ketua umum PBNU Bapak Said Aqil Siradj menghadiri acara Santunan Anak Yatim Piatu & Buka Puasa Bersama di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, memberikan bingkisan Ramadhan kepada santri-santri dan warga setempat.
Y.M. Ambasador Xie Feng menyaksikan upacara peresmian Fasilitas Sanitasi Komprehensif. Proyek ini berlokasi di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dilaksanakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok bersama PBNU. Proyek ini dilengkapi dengan kamar mandi, toilet, septic tank, toren penampungan air dan alat filter.
Fasilitas ini dapat menyediakan sumber air bersih yang sesuai dengan standar sanitasi untuk diminum, masak, cuci, mandi sekaligus fasilitas toilet yang sesuai dengan syarat sanitasi. Dengan adanya Fasilitas Sanitasi ini, masyarakat setempat bisa menikmati sumber air bersih dan penyediaan fasilitas mandi, cuci, dan kakus yg sesuai dengan standar kesehatan.
Y. M. Ambasador Xie Feng menghadiri peresmian Pusat Kajian Budaya Tiongkok Universitas Nahdlatul Ulama Jakarta, dan memberikan bantuan serupa 5 komputer dan sejumlah buku dari Tiongkok kepada UNU Jakarta.(dms)