Kategori
Nasional

Menhan Ryamizard Ryacudu Bicara Soal Stabilitas Keamanan Menuju Pemilihan Presiden 2019

 

 

Oleh : Dhedi Rochaedi Razak

Busur News Com,Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu bicara soal stabilitas keamanan menuju pemilihan presiden 2019 mendatang, terutama setelah panasnya suasana pilkada DKI Jakarta.

*Menurutnya, perang yang sedang dihadapi bangsa ini bukan lagi perang fisik*.
*Namun perang adu domba*.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyadarkan pihak yang membuat perang adu domba tersebut.
Sebab, perang adu domba seperti yang terjadi di Pilkada DKI kemarin tidak ada gunanya.
“Nah tugas kita semua juga termasuk saya menyadarkan, nggak ada gunanya begitu-begitu,”
ujarnya.
– Menhan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR.
Rapat kerja kali ini membahas anggaran dan rencana program kerja 2017.

Menurut Dirjen Renhan Kemhan Marsda M Syaugi, rapat kerja ini juga membahas evaluasi anggaran 2016.
Selain Syaugi, Sekjen Kemhan Laksdya Widodo turut hadir dalam rapat ini.

*Evaluasi anggaran 2016 dan perencanaan untuk program 2017*

Rapat tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin. Sebelum rapat, mengingatkan pagu anggaran Kementerian Pertahanan pada 2016 sebesar Rp 102 triliun dan untuk 2017 sebesar Rp 108 triliun.

“Agenda rapat evaluasi Kemhan RI tahun 2016 dan laporan kerja untuk tahun 2017.
Lalu realisasi anggaran tahun 2016 dan juga tindak lanjut untuk laporan BPK jika ada,”.
Pada awal pemaparannya, Menhan Ryamizard Ryacudu menjelaskan soal anggaran di Kemhan.
Kemudian juga sejumlah rencana program kerja dan isu-isu terkini, termasuk mengenai keamanan Laut China Selatan.

“*Antisipatif pengamanan Laut China Selatan dilakukan secara nonfisik dan fisik*.
*Pembangunan postur di Natuna dan Morotai*,”
ujar Ryamizard.

Jajaran TNI yang hadir dalam rapat kerja ini cukup lengkap.
Di antaranya
KSAD Jenderal Mulyono,
KSAL Laksamana Ade Supandi, dan
KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto.

(Rn)