Menggapai Harapan Baru Dongkrak Ekonomi Masyarakat lokal Dengan Berdayakan Pulau Siput Yang Tepat Sasaran!

Busurnews.com, P. KELAPA- Salah satu program unggulan Pokdarwis Kelurahan Pulau Kelapa yakni memaksimalkan keberadaan Pulau Siput sebagai “Destinasi Wisata Baru” yang bisa menjadi magnet bagi para wisatawan yang akan berlibur ke Pulau Seribu dan dipastikan liburan mereka belum terasa “afdol” jika saja belum mampir ke Pulau Siput.

Menggali lebih jauh terkait program konkret yang akan diaplikasikan oleh Pokdarwis Kelurahan Pulau Kelapa dalam upaya mengoptimalisasikan keberadaan Pulau Siput yang diyakini memiliki daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Tim redaksi Busurnews.com berkesempatan mewawancarai Ketua Pokdarwis Kelurahan Pulau Kelapa, Safaatul Anam, (30/6/2021), hari Rabu.

“Ini sebenarnya peluang yang sangat terbuka yang bisa dinikmati oleh warga Pulau Kelapa karena dengan diberdayakannya Pulau Siput sebagai salah satu spot Destinasi Wisata Baru, dipastikan nantinya lokasi ini akan mampu menggerakkan sektor ekonomi real yang bisa dinikmati khususnya oleh warga masyarakat Pulau Kelapa,” ujar Safaatul Anam buka pembicaraan.

Diterangkan lebih jauh oleh penggiat sektor pariwisata tersebut bahwa, seiring dengan berkembangnya wisata pemukiman, di Kepulauan Seribu yang menawarkan dengan berbagai aktivitas wisata. Antara lain seperti wisata bahari, wisata religi, wisata budaya dan wisata konservasi yang juga sangat diminati oleh kalangan wisatawan yang datang ke wilayah Kepulauan Seribu.

Safaatul menjelaskan lebih jauh, terkait keterlibatan dirinya bersama rekan-rekan yang lain berkecimpung dalam sektor dunia pariwisata, semata-mata adalah untuk menciptakan peluang-peluang usaha yang bisa dinikmati oleh warga masyarakat lokal.

Safaatul Anam

“Terlebih sejak Pokdarwis berdiri
pada tanggal 18 Agustus 2018, dan sejak hari itu juga Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Admistratif Kep. Seribu telah menetapkan Pulau Kelapa sebagai Destinasi Wisata Baru atau sebagai Desa Wisata,” terang Safaatul Anam.

Dengan telah diproyeksikan nya Pulau Kelapa sebagai Desa Wisata, tentu saja berimplikasi positif bagi kehidupan warga masyarakat setempat, terutama pada bidang ekonomi, sosial dan budaya yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat lokal.

“Sehingga tidaklah berlebihan jika pemanfaatan dari Pulau Siput tersebut dapat digarap sesuai dan tepat sasaran, maka keberadaannya bisa menjadi nilai tambah dan sumber pendapatan baru bagi warga masyarakat Pulau Kelapa,” ujar Alumni STKIP KUSUMA NEGARA tersebut berikan alasan.

Ketua Pokdarwis Kelurahan Pulau Kelapa itu menjelaskan beberapa poin yang menjadi keuntungan jika Pulau Siput diberdayakan secara maksimal.

Pertama, terbukanya peluang usaha atau lapangan pekerjaan baru bagi pemuda-pemudi seperti dalam bidang usaha ekonomi kreatif, jasa pariwisata, cindera mata dan juga sektor kuliner yang kesemuanya harus terintegrasi kan dengan keberadaan Pulau Siput. Sehingga program tersebut dipastikan dapat mengurangi jumlah angka pengangguran dan bisa berikan alternatif lain bagi para pencari kerja yang selama ini selalu berharap dari pendaftaran PJLP tiap tahunnya.

Kedua, harga makanan atau kuliner yang dihasilkan dari ketersedian bahan baku hasil laut yang berlimpah akan memiliki nilai ekonomi tinggi karena akan menyasar pangsa pasar pada wisatawan yang datang ke kawasan Pulau Seribu, dimana Pulau Siput dan Pulau Kelapa ada didalamnya.

Ketiga, akan menghidupkan sektor UMKM setempat kembali bergairah akibat dari wabah pandemi yang selama ini telah mengoyak sendi-sendi kehidupan ekonomi masyarakat Pulau Kelapa khususnya jadi miliki harapan baru lagi.

Keempat, Jarak destinasi unggulan Pulau Siput yang berada di wilayah Kelurahan Pulau Kelapa tidak begitu jauh dan sangat strategis posisinya.

Kelima, pelaku wisata seperti pemilik kapal ojek, kapal trip, rental snorkling, pemandu wisata, cattering, homestay dan lainnya menjadi terbantukan karna memiliki Pulau Siput sebagai destinasi dalam aktivitas wisata.

Keenam, dengan target kan jumlah kunjungan wisatawan yang akan masuk Ke Pulau Kelapa hingga mencapai ribuan ketika situasi normal, sesuatu yang logis jika para pemangku kepentingan dan juga para stakeholder terkait dapat merealisasikan optimalisasi Pulau Siput sebagai sarana pendukung KSPN.

Ketujuh, wisatawan dapat menikmati aktivitas wisata budaya, kesenian lokal, religi dan konservasi sekaligus dalam satu Pulau.
Mengingat dimasa pandemi ini dan dimasa sulit dalam perekonomian dan perdagangan perlu kiranya terobosan dan inovasi-inovasi serba cepat dan tanggap dalam recovery serta proses pemulihan ekonomi di masyarakat Kepulauan Seribu khususnya dikelurahan Pulau Kelapa.

Menurut Safaatul Anam 7 poin tersebut mutlak dapat dirasakan manfaatnya jika pemberdayaan Pulau Siput sesuai dengan peruntukannya sebagai Destinasi Wisata Unggulan di Kelurahan Pulau Kelapa.

Ditemui ditempat terpisah, pakar ekonomi kreatif dan sekaligus sebagai pelaku sektor UMKM Anto Suroto, SH, SE, MSc.

Dia sangat setuju dengan konsep dan gagasan rekan-rekan Pokdarwis yang berkeinginan mengoptimalkan keberadaan Pulau Siput yang menurutnya punya daya ungkit sektor UMKM di Wilayah setempat menjadi bergairah.

“Dan rasa nya tidak tepat menjadikan Pulau Siput sebagai sarana pemakaman umum, karena selain akan merusak estetika keberadaannya yang strategis, juga posisinya yang berada dalam kawasan Dermaga Utama Pulau Kelapa harus dijadikan pertimbangan yang bijak oleh pihak pemerintah daerah,” ujar Anto Suroto yang miliki pengalaman segudang terkait seluk-beluk dunia UMKM.

Ditegaskan oleh Ketua Umum Aliansi Perdagangan Industri Kreatif Indonesia (APIKI) yang juga saat ini duduk sebagai Dewan Pembina di MIO INDONESIA itu.

Bahwa dirinya siap berikan pendampingan terhadap para pelaku sektor wisata di Pulau Kelapa agar nantinya produk-produk yang dihasilkan oleh warga lokal tersebut nantinya memiliki daya ungkit dan miliki tampilan yang sexy.

Penyematan kepada Pulau Kelapa sebagai Destinasi Wisata Baru atau sebagai Desa Wisata di Wilayah Kepulauan Seribu, menurut Anto Suroto adalah sebagai
“Peluang” yang harus dijadikan “Kesempatan” untuk Bangkitnya Produk Unggulan Pulau Kelapa yang miliki potensial untuk dikembangkan.

“Maka untuk mencapai itu diperlukan pendampingan baik dalam hal hadirkan kualitas maupun standart mutu produk yang nantinya dapat menjadikan Pulau Kelapa sebagai Destinasi Wisata yang terintegrasi dengan Ekonomi Kerakyatan yang dihasilkan dari berbagai produk usaha penduduk lokal.

Sebagai contoh dengan pendampingan agribisnis penanaman kembali setiap rumah pohon kelapa dan sukun, sayur mayur, serta pengolahan hasil panen laut berupa ikan yang diolah dan dikemas secara baik.

Semua yang disebutkan diatas tujuannya adalah untuk “membranding” keberadaan Pulau Kelapa agar bisa dikenal lebih luas lagi ke wilayah luar.

Menurut pakar ekonomi kreatif yang sudah merambah ke berbagai belahan dunia baik Asia, Amerika maupun Eropah tersebut, menyebutkan bahwa parawisata butuhkan kenyamanan dan kebersihan, maka kesempatan usaha pun harus diciptakan yang terintegrasi dengan kebutuhan wisata itu sendiri.

“Dengan kebutuhan tersebut dapat di realisasikan di Pulau Kelapa, maka wisata dan penunjangnya akan menjadi kesempatan serta peluang usaha bagi penduduk setempat,” ujar lelaki Flamboyan pemilik 80 pintu rumah kost di bilangan Cempaka Putih Jakarta Pusat itu menjelaskan.

“Saya pikir hal yang saya sampaikan tersebut, yang harus di utamakan terlebih dahulu, jika ingin memiliki kekuatan ekonomi dan berdampak menuju kesejahteraan penduduk Pulau Kelapa,” pungkasnya.

(bai/kinam/Muntawa/gw)