Kategori
Artikel

Memiliki hati yang bersih merupakan kunci bagi seorang hamba meraih keselamatan di dunia dan akhirat

 

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com,JAKARTA- Memiliki hati yang bersih merupakan kunci bagi seorang hamba meraih keselamatan di dunia dan akhirat. Sebab akan datang satu masa di mana harta, anak tidak berguna.
Yakni tidak mampu memberikan pertolongan kepada seorang hamba. kecuali orang tersebut menghadap kepada Allah dengan qalbul salim. Keterangan ini dapat ditemukan dalam Alquran surat Asy-Syu’ara ayat 88-89:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

Yang dimaksud qolbun salim atau hati yang selamat pada penghujung ayat itu yakni salamatus sudur atau selamatnya badan seorang hamba dari penyakit-penyakit hari yang pokok.
Pertama yakni al-kibru atau kesombongan. Menurut Habib Umar, kesombongan merupakan penyakit hati yang pokok yang bisa menghapus nilai pahala segala bentuk amal soleh yang dilakukan seorang hamba. Habib Umar menjelaskan orang yang sombong sejatinya dalam hatinya telah merasa menjadi Tuhan. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’uad RA:

عن عبدالله بن مسعودٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ : …إن الله جميلٌ يحب الجمال، الكِبْرُ: بطَر الحق، وغمط الناس

“Allah itu indah menyukai sikap berhias. Sombong itu menolak kebenaran dengan takabur dan merendahkan orang lain.”
(HR Muslim 275).
Kesombongan merupakan pokok penyakit hati yang tak nampak, namun akibat bahayanya kesombongan memunculkan penyakit hati lainnya yakni takabur sehingga merendahkan orang lain dan merasa diri paling besar.
“Kesombongan itu tidak kelihatan ada dalam diri kita tapi kalau sudah kelihatan itu takabur. Orang yang sombong dia merasa mutakabir, besar. Tuhan tak akan memberikan pahala pada orang yang sombong,”

@drr