Kategori
News

Memahami Integrasi National Singgle Window (INSW)

 

Busur News Com,Jakarta- Integrasi Indonesia National Singgle Window (INSW) dalam Memangkas Dweling Time memahami tujuan dan dampak dari kesepakatan ASEAN untuk membentuk layanan ASEAN SINGLE WINDOW (ASW) sebagai fasilitas antar negara ASEAN secara singgle window (one stop service).

Hari S Noegroho Debuti Bidang Proses Bisnis PP-INSW mengungkapkan hal yang menjadi masalah bagi kami, belum semua lembaga menggunakan proses elektronik dan ternyata dalam penggunaan mesin komputer hanya diperuntukan mengetik dan menghitung tapi tidak digunakan untuk menggunakan data dokumen.

“Hambatan pokok masih ada dualisme prosedur dokumen secara elektronik dan fisik bukan berarti tidak di pakai yang secara fisik tapi dalam tingkat efisiensinya” kata Hari S Noegroho pada saat seminar KMI bertempat di Le Meredien, Jakarta.

David Pandapotan Sirait Pelindo II Senior Vice President Operation mengungkapkan tantangan dan solusi IPC dalam mewujudkan percepatan layanan bongkar muat di pelabuhan.

” Masalah logistik nasonal seperti biaya logistik Indonesia paling tinggi” kata David Pandapotan Sirait

M Nizar Zahro Anggota Komisi V DPR Partai Gerindra mengungkapkan kendala INSW dari komisi V sudah memberikan aturan main kita harus tunduk dengan UU 17 tahun 2008 tentang pelayan itu apalagi INSW sudah ada peraturan presidennya.

“Yang sudah ditegaskan semua proses ekspor dan impor harus pakai INSW tapi yang pakai INSW hanya 21 pelabuhan yang ada di Indonesia, pelabuhan bandara udara dan darat dan kita mempunyai 1590 pelabuhan terdiri pelabuhan rakyat, pelabuhan utama, pelabuhan penumpang yang ada kanada pelabuhan utama dan ini yang harus dimaksimumkan dari transaksi itu hanya 90% INSW yang sisanya belum” pungkas M Nizar Zahro saat sebelum memasuki ruang seminar nasional KMI.(Iksan).