Kategori
All

Melawan Konten Negatif Di Medsos

 

Busur News Com,Jakarta – Sejak diluncurkan nya fatwa MUI no.24 tahun 2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) diadakan diskusi Forum Merdeka Barat 9 hari ini Jum’at 09/06/2017 bertempat di Galeri Nasional menampilkan nara sumber Menteri Komunikasi dan Informasi Rudi Antara, ketua umum MUI KH Maruf Amin dan pengamat media sosial Nukman Lutfie.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum MUI KH Maruf Amin mengatakan fatwa itu menjadi sangat penting sebagai upaya para ulama dalam mengantisipasi perkembangan media sosial. Lahirnya Fatwa MUI itu sendiri bermula dari keprihatinan para Majelis Ulama terhadap perkembangan konten medsos yang tidak hanya berdampak positif tapi juga memberikan dampak negatif.

” Disitu ada manfaat tapi ada dosa juga,” katanya saat menjelaskan manfaat medsos.

Menkominfo Rudiantara menegaskan kementerian yang dipimpinnya akan menjalankan dua langkah untuk menindaklanjuti Fatwa MUI.
Yaitu pertama melakukan sosialisasi edukasi literasi dan yang kedua melakukan pembatasan akses atau pemutusan akses terhadap (penyalahgunaan) dunia maya ini.

Alhamdulillah, sesuai dengan rekomendasinya dari MUI, kami akan menjalankan dua hal ini,” tuturnya..

Kementerian Komunikasi dan Informasi telah melakukan penindakan berupa pemblokiran lebih dari empat jutaan konten negatif yang diantaranya bernuansa pornografi (64%) dan SARA (4%) telah ditutup. Terkait media sosial langkah tegas telah dilakukan pembekuan 18 akun diantaranya di media sosial Twitter, 105 akun Facebook dan Youtube sebanyak 74 akun.(Iksan).