May Day Bisa Menjadi Momentum Untuk Meningkatkan Pergerakan Buruh

 

Oleh :
Busir News Com,Jakarta .
“May day bisa menjadi momentum untuk meningkatkan pergerakan buruh menjadi sebuah reputasi yang lebih kuat”.

Untuk menatap masa depan lebih baik, yang harus dilakukan adalah menciptakan kerjasama dan kemitraan antara buruh, pemerintah, dan dunia usaha.

Kemitraan itu harus dibangun.
Tidak perlu lagi ada sikap ego satu sama lainnya.
Karena dengan kerja sama, akan melahirkan solusi-solusi yang lebih baik ke depannya.

Buruh memang tidak boleh kalah oleh korporasi, karena korporasi bisa kaya raya karena jasa para buruh.

Sekarang, buruh harus menjadi subyek pembangunan, bukan lagi obyek penderita.
Untuk itu, maka perlu ada revisi UU.

Karena itu, peran pemerintah sangatlah penting dalam menjadikan buruh sebagai bagian dari proses pembangunan ke depannya.
JELANG perayaan hari buruh internasional yang jatuh pada 1 Mei mendatang, kita berharap agar hubungan kerja antara buruh dengan pengusaha maupun pemerintah menjadi lebih semakin erat.

Pasalnya selama ini paradigma yang terjadi antara buruh dengan pengusaha ataupun pemerintah identik saling berlawanan.

Kita berharap, kalangan buruh mau mengubah paradigma lama, dari buruh yang cenderung berhadapan untuk melawan pemerintah dan dunia usaha, menjadi kerja sama dan kemitraan.

Kita melihat, selama ini gerakan buruh selalu dihadap-hadapkan dengan pemerintah dan dunia usaha.

Kita ingin mengajak, bagaimana mentransformasikan dari paradigma berhadap-hmadapan menjadi paradigma kerja sama.

Melalui paradigma kerja sama, buruh bisa lebih berperanan dan ikut menentukan arah kebijakan pemerintah.

*Di samping itu, kita juga mengajak para buruh bisa memanfaatkan May Day untuk meningkatkan reputasi pergerakan buruh*

(Riena)