Kategori
hukum

Masyarakat Nias Utara Melayangkan Somasi Kepada Bupati Nias Utara M. Ingati Nazara, Kepala BPBD Nias Utara dan CV. Rinjani Sentosa

Busurnews.com, Jakarta- Karena lalai dan teledor , tidak melaksanakan perintah konstitusi yang dituangkan di dalam Undang-Jndang No. 2 Tahun 2012.    Edizaro Lase melayangkan Surat Somasi kepada Bupati Nias Utara M. Ingati Nazara, Kepala BPBD Nias Utara Herman Zebua dan CV. Rinjani Sentosa. pada Rabu (19/8/20) .

Bila perintah dan amanat konstitusi tersebut dilaksanakan maka CV. Rinjani Sentosa tidak akan melakukan penyerobotan tanah warga tanpa ijin dan melakukan kegiatan bisnis yang merupakan sumber dananya dari uang rakyat dan negara di Desa Ononazara, Kec. Tugala Oyo, Kab. Nias Utara, Prov. Sumut.

Keluarga Edizaro Lase pada prinsipnya sangat mendukung pembangunan untuk kepentingan umum bahkan menyampaikan ribuan terimakasih kepada Presiden Jokowi telah memperhatikan kampungnya dengan dengan alokasi dana penanggulangan bencana nasional tahun anggaran 2020 melalui rekomendasi BNPB dan Kemenku dan juga alokasi Dana Desa dari Kemendes.

Edizaro Lase menduga sosialisasi Undang-Undang No 2 Tahun 2012 kurang di sosialisakan kepada masyarakat Nias Utara maupun kepada rekanan.

Hal ini mengakibatkan CV. Rinjani Sentosa terkesan sewenang-wenang terhadap lahan dan tanah milik masyarakat untuk dimasuki tanpa ijin.

Masyarakat tidak sekedar memperjuangkabn aspek ganti rugi atau ganti untung sesuai seruan Presiden Joko Widodo pada lahan atau tanah yang digunakan untuk alasan kepentingan umum. Sehingga mengakibatkan kerusakan ekosistim dan bentangan alam , dalam hal ini kali atau sungai yang dipindahkan dari jalur semula berdasarkan informasi dari masyarakat yang enggan disebutkan namanya, tegas Edi Lase.

Nilai Historis Tanah atau Lahan

Edizaro Lase menambahkan pada tahun 1997 menurutnya lahan atau tanah tersebut sangat sulit diakses dan tak mudah dilalui oleh roda dua bahkan sepeda ontel hingga pada tahun 2.000. Kondisi geografis lahan atau tanah pada saat itu terdiri dari berbagai jenis pohon berukuran besar dengan jalan setapak yang di susun dengan batu alam guna untuk meletakkan kaki dan menghindari tanah berlumpur pada saat itu.

Edizaro Lase dan keluarga memiliki tanggungjawab moral untuk menjaga dan menghargai jerih lelah para pendahul baik kakek dan ayah yang telah berdedikasi menanggung penderitaan dan kesusahan menebang pohon guna ditanami pohon karet dan berbagai jenis tanaman yang memberikan kehidupan bagi keluarga Edizaro Lase pada saat itu hingga hari ini bahkan di masa depan.

Edizaro Lase masih segar dalam ingatannya bahwa kakeknya pernah bertarung nyawa dengan babi hutan bertaring sehingga jari kakeknya digigit oleh babi hutan pada saat itu.

Kemudian, Edizaro Lase menegaskan bahwa generasi hari ini memiliki beban moral yang sungguh-sungguh untuk memastikan warisan para pendahulunya dalam bentuk tanah dan lahan untuk keberlangsungan kehidupan saat ini dan generasi di masa akan datang, tambah Edi Lase.(***).