Kategori
All

Masyarakat meyakini bahwa tingkat ketersediaan lapangan kerja dan kenaikan pendapatan akan terjadi tahun ini.

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

Busurnews.com,JAKARTA –: Masyarakat meyakini bahwa tingkat ketersediaan lapangan kerja dan kenaikan pendapatan akan terjadi tahun ini.

Hal itu terekam dalam survei konsumen yang dilakukan Bank Indonesia pada Desember lalu.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per Desember 2017 menunjukkan kenaikan dari 122,1 menjadi 126,4.

Terjadi kenaikan pengeluaran dari hampir seluruh kelompok pengeluaran yang disurvei BI.

*Mereka mulai membelanjakan uang yang dimiliki, terutama pada barang tahan lama (durable goods) seperti telepon seluler, televisi, komputer, dan perabot rumah tangga*.

Yang menarik ialah masyarakat atau konsumen mulai percaya diri untuk menambah pinjaman.

Hal ini terekam dari persentase pembayaran cicilan terhadap pendapatan pada kelompok pengeluaran Rp1 hingga 4 juta per bulan dari 13,6% menjadi 13,8%.

Untuk porsi pengeluaran konsumsi, kelompok pengeluaran lebih dari Rp5 juta per bulan menempati posisi tertinggi.

*Peningkatan optimisme konsumen ditopang perbaikan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi mendatang*.

Secara umum,
*Konsumen memang cenderung optimistis meski porsi pendapatan yang dialokasikan untuk konsumsi cenderung menurun*.

Di lain sisi, porsi tabungan terhadap pendapatan cenderung naik.

*Ekspektasi kenaikan porsi tabungan pun relatif masih meningkat ke depan sejalan dengan ekspektasi peningkatan harga dalam 3 bulan mendatang berikut keterbatasan ketersediaan barang*.

Guna menjaga sentimen konsumen pada tahun ini, pemerintah perlu meningkatkan koordinasi dengan Bank Indonesia serta pemerintah daerah.

KHUSUSNYA DALAM MENGELOLA STABILITAS HARGA PANGAN.
–. Dengan begitu kenaikan optimisme konsumen dapat ditunjukkan pula dengan kenaikan porsi konsumsi dalam pendapatan.

Keyakinan konsumen diperkirakan akan terus membaik sepanjang 2018.

Hal itu didorong perbaikan daya beli masyarakat berpenghasilan menengah kebawah.

Namun,
*Pemerintah tetap perlu mewaspadai potensi terjadinya kenaikan harga, terutama kebutuhan pokok dan penyesuaian tarif tenaga listrik (TTL) berikut harga bahan bakar minyak* (BBM).

*Apabila kedua komponen mampu dijaga dan inflasi cenderung rendah, konsumen akan kembali membelanjakan uangnya*.

“Selain itu di tahun politik pemerintah perlu menjaga stabilitas keamanan.
*Jangan ada kebijakan yang membuat gaduh, agar kepercayaan masyarakat berpenghasilan menengah ke atas tetap terjaga*”.

MENGELOLA PERSEPSI
–. *Yang menjadi tantangan bagi pemerintah ke depan ialah mengelola persepsi masyarakat yang sudah baik ini*.

*Agar komunikasi kebijakan oleh pemerintah dan masyarakat harus dijaga*.

Sehingga tidak mengalami distorsi.

Jangan lagi terjadi masyarakat malas belanja karena takut tagihan kartu kreditnya atau rekeningnya diintip.

Sebab, konsumen itu melakukan belanja karena ada dorongan.

*Sekali saja dorongan tidak berbelanja lebih besar karena faktor ketidaknyaman, sulit sekali untuk mengembalikannya*”.-

(Rn)