Masa Keemasan Para Pekerja Indonesia


Penggunaan literasi sebagai satu pengolahan intelektual dapat menjadi satu pilihan yang berarti, semakin terbuka lebar kesempatan, seharusnya semakin besar motivasi dan optimisme publik untuk memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif dan memberikan dampak positif terhadap kehidupan.

Oleh Zuliana

Dalam era globalisasi yang terus menerus terjadi perubahan, tanpa diimbangi dengan kecakapan budaya segala hal akan tertinggal dibelakang, juga lapangan pekerjaan menjadi sangat selektif, melihat dari beberapa aspek yang mendukung terbangunnya perusahaan menjadi lebih baik dan berkembang, yakni Komunikasi, Inovasi dan eksekusi, Kolaborasi, Riset data & informasi, dan evaluasi berkelanjutan. Apa yang terpikirkan oleh OMNIBUSLAW saat ini adalah benar, mendorong terciptanya para pelaku industri yang siap untuk semakin independen dan berdiri di kaki sendiri. Undang undang cipta kerja yang ditetapkan tentu menjadi hal pokok yang dipikirkan kita semua, semakin mengikat, semakin seseorang sulit untuk tetap tenang, semakin dewasa dan semakin siap.

Tersedianya lapangan kerja dengan kemampuan dasar komunikasi yang mendukung akan sangat membantu untuk mempermudah segala hal dalam pekerjaan dan berusaha. Komunikasi yang matang, diimbangi dengan tingkah laku yang tepat akan serta membangun positif dan lebih maju. Komunikasi adalah satu hal pokok yang sangat dibutuhkan dalam ranah kerja. Apa yang terjadi bila kemampuan komunikasi yang dimaksud tak tersampaikan dengan baik, kemampuan komunikasi juga dapat membuka kesempatan kesempatan baru dan pijakan pijakan baru yang lebih tinggi. Bukan hanya itu, komunikasi yang dilakukan dengan baik dan benar bisa menjadi pintu terbangunnya personal individu yang lebih baik. Kebutuhan akan pelatihan independen yang dilakukan tanpa paksaan sesuai dengan hal yang diminati, diharapkan mampu membawa sedikit perubahan dari budaya, pembentukan etos kerja dan motivasi untuk pengembangan kemampuan.

Literasi yang harusnya sudah terbangun kuat dalam menggunakan media sebagai fasilitas penyampai informasi bukan perkara mudah, disana jadi penentu baik atau buruknya seorang individu dan suksesnya program pembelajaran yang berlaku. Budaya mempermalukan diri maupun menghardik satu sama lain, emosi meledak ledak adalah satu kendala yang tidak ringan, cuitan demi cuitan mesti nya lebih berbobot. Media digital memang bersifat universal, bila tidak terbiasa kita tidak mampu membudayakan ciri adat ketimuran yang juga akan hilang dalam satu dekade. Lebih bersiap diri kedalam industri digital 4.0 yang terus bergerak dengan mengharap tidak ada satupun yang tertinggal dibelakang atau membuka alur kesenjangan yang sesungguhnya. Bukan laki-laki atau wanita, yang perlu kebebasan ber-opini memang ada, lantas apa yang mau dibicarakan bila literasi belum terbentuk utuh, bahasa ‘keren’ yang dipakai sebatas sindiran halus atau kesan sarkastik dan tidak memberikan dampak atau menyelesaikan hal apapun. Belum lagi selesai yang di opinikan, ada hal yang tertunda untuk di luruskan, bukan hal yang sebenarnya sulit untuk generasi milenial untuk menyelesaikan satu hal hingga tuntas bukan hanya sebuah tuntutan menguap dan tidak ada perubahan.

Pengolahan literasi menjurus pada keahlian yang sangat akan dibutuhkan dan benar berguna, sehingga pada usia produktif dan masa keemasan para pekerja tidak perlu menyia nyiakan waktu, kegiatan pengolahan dan pembentukan dilakukan untuk visi dan misi yang lebih baik, setidaknya akan menjadi budaya yang ditanamkan jadi lebih modern dibanding terus mengeluhkan adanya hukum hukum yang terasa memberatkan dan memenjarakan.

Penggunaan literasi sebagai satu pengolahan intelektual dapat menjadi satu pilihan yang berarti, semakin terbuka lebar kesempatan, seharusnya semakin besar motivasi dan optimisme publik untuk memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif dan memberikan dampak positif terhadap kehidupan. Kali ini pelatihan literasi yang diadakan Zuliana berkolaborasi dengan Busur News mengangkat tema mengenai isu kesehatan mental dan berdemokrasi yang sangat beresiko digagalkan pada situasi saat ini, bergerak untuk maju menjadi satu hal krusial disamping hukum hukum yang diberlakukan. Pelatihan penggunaan bahasa kedua akan sangat berguna dalam lingkup kerja nyata dan diharapkan mampu memberikan sedikit bekal dan pemahaman akan terus berkembangnya kemajuan teknologi yang seharusnya dapat diiringi dengan kemampuan individu yang lebih baik, dimaksudkan memberikan pelatihan komunikasi, literasi, dan Bahasa kedua sebagai penunjang kesiapan kerja dan improvisasi kemampuan individu di dalam bidang yang spesifik.

Sumber :

Index

Kabar Politik Nusantara

CLSA securities Indonesia