Kategori
Artikel

Maraknya pandemi covid-19 Sebuah peristiwa yang telah menciptakan haru biru zaman

 

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA —Maraknya pandemi covid-19
Sebuah peristiwa yang telah menciptakan haru biru zaman.
Membuat pontang-panting hampir semua pemerintahan, penanggung jawab utama perekonomian, penanggung jawab kesehatan, bahkan sampai soal keamanan.

Hampir sepuluh bulan lebih kira-kira, dunia mengalami peristiwa yang begitu mencekam, menciptakan ketakutan global.
Bahkan, ketika sepuluh bulan kemudian saat munculnya adanya harapan ditemukannya vaksin yang bisa menangkal virus SARS-Cov2 itu, ternyata harapan itu tampaknya meleset.
Karena, virus-virus itu ternyata bermutasi dan menciptakan mutan-mutan baru, yang antara lain juga menciptakan strain baru dari virus tersebut dan mengakibatkan penyembuhan secara menyeluruh menjadi sulit dilakukan.

Strain baru itu ternyata sudah cukup meluas ke berbagai negara, termasuk di negara Prancis maupun Inggris, tempat strain baru itu di temukan, hingga ke beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura. Bahkan, ada kemungkinkan strain baru tersebut sudah menyebar ke beberapa tempat di negeri ini.
Upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia, antara lain menciptakan antivirus tersebut bekerja sama di antaranya dengan pemerintahan Tiongkok atau pemerintahan lainnya, bisa tidak berarti karena dia dibatalkan oleh varian-varian yang baru.

Artinya, usaha untuk menanggulangi covid-19 ini seperti sebuah upaya yang tidak pernah selesai dikejar.
Siapa bisa menjamin?

Kita semua, seperti berkejaran dengan nasib yang kita tidak tahu kapan nasib itu akan berakhir. Sampai hari ini, belum ada bayangan bahkan caracara yang imajiner untuk bisa menangkal penyakit ini secara permanen. Artinya, ini adalah waktunya ketika manusia harus menyadari hidup dan nasibnya tidak bisa dia tentukan lagi. Kecuali berserah diri kepada Yang Kuasa, tentu saja bagi yang memercayai-Nya.
Dalam situasi seperti ini, tentu saja manusia tidak akan menyerah. Karena itu, sudah menjadi watak dasar manusia bahwa dia akan terus berusaha dalam kondisi apa pun, tidak akan menyerah. Kita tidak akan tahu kemampuan-kemampuan apa yang bisa muncul, dari diri manusia ketika dia berada dalam situasi yang terjepit.
Situasi ketika seolah-olah dia tidak punya pilihan.
Situasi di saat manusia tiba-tiba memiliki suatu kemampuan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, yaitu kreativitas dan daya cipta. Dengan kemampuan itu kita bisa percaya bahwa manusia akan mampu keluar dari masalah yang mengimpitnya. Sepanjang sejarah manusia, hal itu terbukti, bagaimana kreativitas dan daya cipta manusia itu begitu luar biasa. Bahkan, hingga di tingkat dia merasa memiliki kemampuan yang setara dengan Tuhan. Sebuah sejarah yang juga menciptakan kedegilan adab manusia, ketika dia merasa bahwa dia mampu berkuasa di atas segalanya dan mampu berbuat melampaui Tuhan.

Dalam zaman ini, saya kira tidak perlu manusia-manusia berusaha melebihi Tuhan.
Tapi, dengan kemampuan manusiawinya saja yang telah terbukti dalam sejarah, dibantu dengan kemampuan-kemampuan teknologi yang diciptakannya, kita bisa percaya bahwa persoalan-persoalan baru itu akan bisa diatasi oleh kita semua.

Kekuatan politik baru
Abad ke-20 kemarin menjadi saksi bagaimana sebagian dari manusia-manusia yang kreatif itu ternyata menghasilkan inovasi-inovasi, memberikan caracara baru bagi umat manusia berkomunikasi, berkomunitas, sampai berdagang, berpolitik bahkan berbudaya. Banyak terobosan yang telah dilakukan oleh abad ke20 kemarin itu. Bukan hanya misalnya semakin maraknya e-commerce atau perdagangan digital yang meningkat sebanyak 30% tahun lalu, tapi juga meningkatkan perekonomian atau PDB rakyat Indonesia yang membaik akibat perdagangan tersebut. Perdagangan itu bukan hanya masalah ekonomis, tapi juga masalah pergaulan, masalah komunikasi, saling paham, dan banyak hal lain berkaitan dengan dunia sosial komunikasi dan lain-lain.

Di samping itu, banyak inovasi dalam kerja kesenian dan kebudayaan, di saat banyak seniman belakangan menciptakan karya–karya yang berbasis kerja visual dan virtual, tapi mampu menghadirkan kualitas yang cukup mendapat penghargan, bahkan di tingkat internasional. Baik karya–karya di bidang teater, sastra, tari, maupun musik, yang tetap diproduksi dalam saat pandemi. Karya-karya yang ternyata menjadi semacam pemicu dari lahirnya bentuk-bentuk baru yang tidak terbayangkan sebelumnya. Saya kira, dalam kesulitan atau dalam peluang-peluang yang tidak cukup banyak, manusia sekurangnya bisa menunjukkan kalau daya hidup mereka sangatlah kuat dan terbukti mampu memperlihatkan kualitas yang baik. Saya pribadi tetap optimistis di tahun berikutnya akan tetap tercipta karya-karya baru di segala bidang kehidupan kita bersama.

Dalam bidang politik, misalnya, banyak hal baru yang sebenarnya bisa direkayasa demi kemaslahatan bersama. Ada semangat yang cukup besar, yang bisa kita rasakan dari berkumpulnya kekuatan oposan yang diwakili oleh kekuatan utamanya, Prabowo dan Sandi, yang harus kita akui menjadi kekuatan politik terbaik dan terbesar yang pernah dimiliki Republik ini. Berkumpulnya Prabowo dan Sandi dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf menjadi preseden politik yang belum pernah terjadi dalam sejarah perpolitikan kita selama ini. Harus diakui, hal itu bisa menjadi magma yang sangat besar bagi kesuburan hidup kita bersama. Seharusnya, para pekerja politik, politikus, amatiran dan profesional bisa melihat gelagat baru di atas, bahwa mereka bisa menciptakan satu arah perpolitikan baru kita berdasarkan aktor-aktor utama dalam dunia nasional kita.

Dengan bersatunya Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Ma’ruf seharusnya terjadi persatuan politik nasional yang membawa kemaslahatan tinggi untuk kehidupan kita bersama.
Persatuan dua kubu utama dalam politik nasional itu harus menjadi haluan kita bersama untuk melahirkan keluhuran politik hingga ideologi kita semua.

Ilmu baru
Dalam kehidupan sosial kita memang terjadi semacam kerenggangan dalam hidup bersama karena adanya ketentuan untuk social distancing. Tapi adanya aturan baru kehidupan sebenarnya juga menciptakan satu kesadaran yang baru di antara kita bersama, bahwa sesungguhnya kita saling membutuhkan, kita tidak bisa hidup sendiri, kita harus saling menolong. Adanya covid-19 memberikan kita satu kesadaran bahwa kita itu begitu rapuh dan ringkih, bukan hanya karena adanya satu virus, dan kita bisa terceraiberai hanya karena aturan kesehatan.

Kesadaran-kesadaran baru ini menciptakan bukan hanya pemikiran baru, melainkan juga ilmu baru. Ilmu yang memaksa kita tidak hanya untuk beradaptasi, tapi juga menggunakan ilmu baru itu sebagai kehidupan. Ilmu itu adalah agregasi dari berbagai pengetahuan, pemikiran, pemahaman umat manusia yang didapatkan dari pengalaman hidup bersama, dalam nasib yang sama. Maka, sebenarnya perlu kita syukuri pengalaman hebat yang kita alami sepanjang tahun 2020. Harus diakui, 2020 memberi kita banyak sekali pelajaran, baik pahit maupun manisnya.

Juga yang paling penting dari pelajaran itu ialah pengalaman hidup yang baru, cara hidup yang baru, cara memahami kenyataan yang baru, cara memahami realitas baru, sampai kita memahami bagaimana kita mengerti tentang agama kita sendiri.
Mengerti perilaku orang-orang yang kita setujui atau tidak kita setujui, memahami para pelaku politik yang sempat tidak sadar dengan kedegilannya, sampai kita memahami kebesaran jiwa dari para tokoh politik terbaik kita saat ini.
Pelajaran terpenting dari 2020 ialah kepercayaan dan keyakinan kita akan kemampuan kita untuk menghadapi tahun 2021 mendatang.
Tahun di saat kita telah diukur kemampuan dan daya hidup bersama.

Dengan satu keyakinan bahwa bumi ini cuma satu, dan kita bersama bertanggung jawab terhadap keberadaannya.
Yang kita paham bersama, keberadaan itu saat ini mengalami situasi yang sangat kritis, dilihat dari berbagai ukuran.
Kita berada dalam ancaman, nasib bumi kita menjelang punah.
Adanya pandemi yang saat ini kita alami sebenarnya hanya salah satu kengerian yang harus kita hadapi saat ini.

Dan, semua itu mesti kita lawan bersama, seluruh warga bumi ini.

Tidak lagi ada pihak yang egois atau mencari selamat sendiri.
Bumi dan kita harus selamat bersama.
Tak bisa tidak.

 

@drr