Kategori
Siraman Rohani

Manusia Wafat Wajib Bayar Hutang Di Dunia ,Begitu Juga Rasulullah Ketika Sakit Ditagih Bayar Hutang Oleh Ukasyah

 

Busur News Com – Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat,
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama,
sehingga keadaan beliau sangat lemah.

Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid.
Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapatkan  taushiyah dari Rasulullah SAW.

Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar.
Wajahnya terlihat pucat,
menahan sakit yang tengah di deritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Wahai sahabat- dahabat ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu,
bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu-satunya Tuhan yang layak di sembah?”

Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat,
” Benar wahai Rasulullah,
Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah.”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
“Persaksikanlah ya Allah.
Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada  mereka”

Kemudian Rasulullah bersabda lagi,
dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya,
aku akan pergi menemui Allah.
Dan sblm aku pergi,
aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia.
Maka aku ingin bertanya kepada  kalian semua.
Adakah aku berhutang kepada kalian?
Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut.
Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia.”

Ketika itu semua sahabat diam,
dan dalam hati masing-masing berkata “Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita?
Kamilah yang banyak berhutang kepada Rasulullah”.

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba-tiba  bangun seorg lelaki yang bernama UKASYAH,
seorang sahabat mantan preman sebelum masuk Islam,
dia berkata:

“Ya Rasulullah!
Aku ingin sampaikan masalah ini.
Seandainya ini dianggap hutang,
Maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang,
maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa”.

Rasulullah SAW berkata: “Sampaikanlah wahai Ukasyah”.

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
“Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu,
satu ketika engkau menunggang kuda,
lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda.
Tetapi cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda,
Tapi jesteru terkena pada dadaku,
Karena  ketika itu aku berdiri di
belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah”.

Mendeñgar itu,
Rasulullah SAW berkata: “Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah.
Kalau dulu aku pukul engkau,
Maka hari ini aku akan terima hal yang sama.”

Dengan suara yang agak tinggi,
Ukasyah berkata: “Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah.”

Ukasyah seakan- akan  tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebahagian sahabat berteriak marah pada Ukasyah.
“Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit.

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.
Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cemeti di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cemeti itu dari Fatimah,
Kemudian Fatimah bertanya: “Untuk apa Rasulullah meminta cemeti ini wahai Bilal?”

Bilal menjwb deñgan nada sedih: “Cemeti ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah”

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
“Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah?
Ayahku sedang sakit,
kalau mau mukul,
pukullah aku anaknya”.

Bilal menjwb: “Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua”.

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk,
Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba-tiba Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: “Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku.
Aku orang yang pertama beriman dengan apa yang Rasulullah SAW sampaikan.
Akulah sahabtnya di kala suka dan duka.
Kalau engkau hendak memukul,
maka pukullah aku”.

Rasulullah SAW: “Duduklah wahai Abu Bakar.
Ini urusan antara aku dgn Ukasyah”.

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah.
Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

“Ukasyah…
kalau engkau mau mukul,
pukullah aku.
Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad,
bahkan aku parnah berniat untuk menyakitinya,
itu dulu.
Sekarang tidak boleh ada seorang pun yang boleh menyakiti Rasulullah Muhammad.
Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah,
Maka langkahi dulu mayatku…”

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
“Duduklah wahai Umar.
Ini urusan antara aku dengan Ukasyah”.

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah,
tiba-tiba berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: “Ukasyah, pukullah aku saja.
Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah”.

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
“Duduklah wahai Ali,
ini urusan antara aku dengan Ukasyah” .

Ukasyah semakin dekat dengan Rasulullah.
Tiba- tiba tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesygan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon.
“Wahai bapak?
pukullah kami  bapak….
Paman  kami sedang sakit,
Pukullah kami saja wahai  bapak.
Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah,
dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dengan menyakIiti paman kami,
wahai Bapak.”

Lalu Rasulullah SAW berkata: “Wahai cucu-cucu  kesayanganku duduklah kalian.
Ini urusan atuk dengan Pak Ukasyah”.

Begitu sampai di tangga mimbar,
dengan lantang Ukasyah berkata:

“Bagaimana aku mahu memukul engkau ya Rasulullah.
Engkau duduk di atas dan aku di bawah.
Kalau engkau mau aku pukul,
Maka turunlah ke bawah sini.”

Rasulullah SAW memang manusia terbaik.
Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah.
Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi,
lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

“Dulu waktu engkau memukul aku,
aku tidak memakai baju,
Ya Rasulullah”

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa ber-lama-lama dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya.
Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat indah,
sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
“Wahai Ukasyah,
Segeralah dan janganlah kamu ber-lebih-lebihan.
Nanti Allah akan murka padamu.”

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW,
Cemeti di tgnnya ia buang jauh- jauh,
Kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW se-erat- eratnya.
Sambil menangis se-jadi-jadinya,

Ukasyah berkata:
“Ya Rasulullah, ampuni aku,
Maafkan aku,
Mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah.
Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu.

Seumur hidupku aku ber-cita-cita  dapat memelukmu.
Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka.
Maafkan aku ya Rasulullah…”

Rasulullah SAW dengan senyum berkata:

“Wahai sahabat-sahabatku semua,
kalau kalian ingin melihat ahli Syurga,
Maka lihatlah Ukasyah..”

Semua sahabat menitiskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga dangan membaca ini bila ada air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah SWT…

Allahumma sholli ‘alaa Muhammad.
Allahumma sholli ‘alayhi wassalam…
Semoga Allah SWT selalu meredhai kita semua,
Aamiin…

Kami ingin mengajak 500,000,000 Selawat kepada sahabat yg mencintai Rasul Muhammad SAW.

Dengan ribuan orang berzikir Semoga negara Republik Indonesia ini diselamatkan Allah SWT.
Hanya baca dan sebarkan kepada rekan di sosial media.

KITA SEMUA UMAT
RASULULLAH S A W

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD,
WA ‘ALA AALI MUHAMMAD,

كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم

KAMAA SHALLAITA ‘ALA IBRAHIM,
WA ‘ALA AALI IBRAHIM,

وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

WABAARIK ‘ALA MUHAMMAD,
WA ‘ALA AALI MUHAMMAD,

كما باركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم فى العالمين انك حميد مجيد

KAMAA BAARAKTA ‘ALA IBRAHIM,
WA ‘ALA AALI IBRAHIM,
FIL ‘ALAMIN INNAKA HAMIDUM MAJID

YA ALLAAH يا الله
YA RAHMAAN يا رحمن
YA RAHIIM يا رحيم
YA MALIK يا ملك
YA QUDDUUS يا قدوس

YA AZIIZ يا عزيز
YA ALIIM يا عليم
YA JABBAAR يا جبار
YA GHANIYY يا غني
YA LATHIIF يا لطيف

YA KHABIIR يا خبير
YA AWWAAL يا أول
YA AAKHIR يا آخر
YA BASHIIR يا بصير
YA SHABUUR يا صبور

YA SHAMAD يا صمد
YA MUJIIBU يا مجيب
YA WAAJIDU يا واجد
YA RA’UUF يا رؤوف
YA QAADIR يا قادر

YA WAAHID يا واحد
YA HALIIM يا حليم
YA HAYYU يا حي
YA QAYYUUM يا قيوم
YA SALAAM يا سلام

YA JABBAAR يا جبار
YA MUTAKABBIR يا متكبر
YA KHAALIQ يا خالق
YA BAARI يا بارئ
YA RAZZAAQ يا رزاق

Kirim nama ALLAH kepada semua teman Muslim dan INSYA ALLAH dalam beberapa menit nanti ramai orang bersama sama membaca keindahan nama ALLAH

Tololg teruskan message ini..

Anggaplah sedang sedekah Jariyah…

Astaghfirullah

أستغفر الله

Astaghfirullah

أستغفر الله

Astaghfirullah

أستغفر الله

Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

Selesai membacanya, kirim kepada teman lain.
Dalam beberapa menit
berjuta orang akan membaca.
Anda tak akan rugi apa-apapun,
biarkan sentiasa berjalan…

(Riena)