Manusia Dituntut Untuk Terus Meningkatkan Kwalitas Hidupnya

 

 

Oleh: Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

 

Busur News Com,Jakarta – Manusia dituntut untuk terus meningkatkan kualitas hidupnya.

Itu dinilai sebagai langkah mencapai kebahagian hidup, terutama dalam kehidupan keluarga.
Memperbanyak ibadah kepada Allah SWT merupakah salah satu yang wajib dilakukan agar kualitas hidup terus meningkat.
Kualitas hidup harus terus diasah, perjalanan manusia akan mengalami perubahan.
Contohnya saja seorang tukang gergaji pohon di hutan. Saat baru bekerja dua tahun, tukang gergaji itu mampu menggergaji pohon sebanyak 50 pohon setiap bulan.
Itu sebabnya, ia mendapatkan gaji besar dari perusahaannya.

Namun, keanehan mulai muncul setelah bekerja selama tiga tahun.
Dia hanya mampu menggergaji sebayak 30 pohon dalam satu bulan.
Ia kemudian dipanggil oleh manajer perusahaan dan ditanyakan penyebab turunnya hasil gergaji.
Padahal, alat yang digunakan tidak diganti sejak pertama bekerja.
Tukang gergaji pun akhirnya mencari tahu penyebab hasil pekerjaannya menurun.
“Ternyata, waktu satu sampai dua tahun bekerja dengan geregaji yang tajam.
Tapi, setelah tiga tahun lupa diasah.
Jadi, tenanganya sama, waktunya sama, hasilnya beda,”
Amsal itu menegaskan, manusia juga pasti mengalami perubahan setiap waktu.
Karena itu, mereka perlu terus diasah untuk menjaga kualitas hidupnya.

Kualitas hidup yang tinggi akan menentukan pasangan yang akan didapatkan.

“Pasangan yang berkualitas hanya dipasangkan dengan yang berkualitas. Laki-laki yang berkualitas hanyalah akan dijodohkan dengan perempuan yang hebat,”

Allah SWT akan ikut campur tangan terhadap orang yang bersungguh-sungguh meningkatkan kualitas hidupnya.

Allah akan melaknat manusia kecuali tiga golongan, antara lain,

👉 orang yang selalu berzikir kepada Allah.

👉 Kemudian, Allah tidak akan melaknat orang yang mengajar.
Orang yang mengajar merupakan manusia yang mulia di sisi Allah.
Kendati tidak mampu mengajar kepada orang banyak, minimal mampu mengajar kepada diri sendiri.

👉 Terakhir, Allah tidak akan melaknat orang-orang yang sedang belajar atau menuntut ilmu.
Karena itu, Allah tidak akan merusak nasib seseorang apabila terus berusaha mengubah kualitas hidup.
“Mulai lakukan perubahan diri kita,”.
Ada enam teori yang perlu dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan kualitas hidup.
Pertama, dengan mempunyai tekad yang kuat.
Tekad yang kuat harus mencapai energi 100 persen untuk melakukan perubahan kepada diri sendiri.
Jika tekad tidak kuat maka cara apapun yang digunakan diyakini tidak akan mampu membawa kepada keberhasilan.

Teori kedua, seseorang harus mempunyai ilmu dengan pendidikan yang terus menerus.
Tekad yang kuat juga akan sia-sia apabila tidak disertai ilmu.
Selanjutnya, seseorang yang bertekad untuk mengubah diri menjadi lebih berkualitas agar memilih teman dengan orang yang mendukung cita-cita.
Berikutnya, orang harus jujur dan bersedia melakukan evaluasi diri sendiri.

Dia pun harus berani menghukum diri sendiri atas kesalahan yang dilakukannya.
Lingkungan yang kondusif juga menjadi syarat kelima bagi orang yang berusaha meningkatkan kualitas hidupnya.

Ibadah dan doa yang istiqamah, merupakan langkah terpenting dari semua hal yang dilakukan sebelumnya.
*Sebab, doa dan ibadah merupakan hubungan langsung dengan Allah*.

Keenam itu adalah bungkus.
Jaga shalat.
Allah akan perbaiki (hidup) jika menjaga shalat.

(Riena)