Kategori
All

LPSK Tangani Puluhan Korban Terorisme

 

Busur News Com, Jakarta – Januari-Mei 2017 Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melakukan layanan kepada 22 orang korban aksi terorisme di Indonesia. Jumlah tersebut merupakan korban serangan bom di Thamrin Jakana dan Samarinda tahun 2016 lalu. “Jumlah tersebut belum termasuk korban serangan bom di Kampung Melayu akhir bulan Mei Lalu”, ujar Ketua LPSK dalam konferensi persnya di Kantor LPSK (7/6).

Layanan yang LPSK berikan kepada para korban tersebut berupa layanan pemenuhan hak prosedural, layanan medis, layanan psikologis, dan fasilitasi kompensasi (ganti rugi dari pemerintah). Layanan tersebut penting karena selain trauma korban harus dipulihkan, hak-hak korban selama menjalani proses pradilan pidana tidak terlanggar. Untuk kasus Samarinda sendiri LPSK memfasilitasi transportasi para korban yang harus memberikan keterangan dalam persidangan kasus tersebut yang digelar di PN Jakarta Timur, termasuk diantaranya 3 orang korban yang hari ini (7/6) memberikan keterangan di persidangan. “Layanan seperti ini penting karena jarak Samarinda-Jakarta tidak dekat sehingga tentunya memberatkan jika para korban tidak difasilitasi, sementara keterangan mereka penting untuk mengungkap kasus”, jelas Semendawai.

Semangat untuk membantu dan menangani korban terorisme di Indonesia sebenarnya sudah mulai ada.
[7/6 16:52] bobi: Secara umum, selama 5 bulan pertama 2017 ini LPSK menerima 534 permohonan perlindungan. Sedangkan jumlah terlindung LPSK selama 5 bulan tersebut berjumlah 2553 orang dimana mayoritas merupakan korban pelanggaran HAM berat sebanyak 1883 orang, dan terbanyak kedua merupakan korban trafficking sejumlah 194 orang, serta saksi tindak pidana korupsi sebanyak 129 orang. “Layanan kepada saksi dan korban selain sebagai upaya pemulihan korban, juga sebagai dukungan terhadap pengungkapan tindak pidana melalui

keterangan saksi dan korban”, pungkas Semendawai.(Bobi).