Kriminalisasi Dan Penggembosan Kekuatan Tani Simalingkar

Saat Sekjen SPSB, Ardiyansah berorasi terkait Reforma Agraria/Istimewa

 

Busurnews, Medan – Dewan pembina, Aris Wiyono mengatakan, telah terjadi penangkapan terhadap seorang aktivis petani Simalingkar yang merupakan Sekretaris Jenderal dari Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB).

Adapun aktvis petani yang ditangkap adalah bernama Ardiansyah Surbakti yang dilakukan pada, Sabtu kemarin (16/5/2020) pukul 10:30 WIB.

Penangkapan yang dilakukan oleh aparat dari Polisi Resort Kota Besar (Polrestabes), Medan – Sumatera Utara terhadap saudara Ardiansyah Surbakti.

“Ardiansyah dituduh karena pengerusakan kantor PTPN II pada bulan November tahun 2019 tanpa disertai dengan surat penangkapan,” ujar Aris, di Medan, Senin ini lewat pesan tertulisnya.

Aris juga mengatakan, ini merupakan salah satu bentuk bukti arogansi aparat keamanan terhadap pembela Reforma Agraria.

“Disamping itu, dalam penangkapan tersebut aparat juga melakukan intimidasi dan provokasi dengan menembakkan senjata ke udara sehingga menimbulkan situasi yang mencekam,” tandasnya.

Adapun kronologisnya pada saat pukul 07:00 WIB pagi, anggota Petani Simalingkar Bersatu seperti biasanya menjaga portal pintu masuk ke lahan sebagai upaya atas respon pemerintah terkait penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19.

Beberapa petani yang melakukan penjagaan portal adalah anggota Serikat Tani Simalingkar Bersatu (SPSB). Beberapa petani lain dari anggota Serikat Tani Simalingkar Bersatu (SPSB) datang bersolidaritas dalam penjagaan portal, dan jumlahnya ada beberapa petani diantaranya adalah Ardiansyah Surbakti, saat pukul 08:30 wib.

Lebih kurang pada pukul 10:30 wib datang rombongan sekitar 15 personil berpakaian preman (tidak menggunakan seragam:red) yang mengaku dari Polrestabes Medan dengan menggunakan tiga unit kendaraan mobil, dan tiba tiba menangkap dan membawa saudara Ardiansyah Surbakti tanpa menunjukkan surat penangkapan.

Dalam penangkapan tersebut beberapa polisi juga melakukan intimidasi dan provokasi dengan menembakkan senjata ke udara sebanyak tiga kali yang menimbulkan suasana tegang dan menakutkan serta mencekam.

Hal tersebut sempat menimbulkan kemarahan warga dan petani simalingkar yang sedang berkumpul di lokasi tersebut.

Kemudian, polisi yang mengaku dari Polrestabes Medan yang berjumlah 15 personel tersebut meninggalkan lokasi dengan menggunakan tiga unit kendaraan mobil. Setelah itu membawa paksa saudara Ardiansyah Surbakti dengan tanpa menunjukkan surat penangkapan.

Aris menilai penangkapan tersebut tidak berdasar dan telah melanggar Hak Asasi Manusia sebagai warga Negara Indonesia yang semestinya dilindungi oleh Negara.

Rangkaian kejadian yang terjadi serta untuk menegaskan adanya keberpihakan kepolisian terhadap rakyat yang sedang memperjuangkan pengembalian hak-haknya yang dirampas oleh PTPN II Deli Sedang.

Menurut Aris Wiyono, PTPN II adalah pemodal perkebunan dan pihak-pihak lain yang telah menyengsarakan masyarakat dan telah melakukan pelanggaran terhadap Hak-hak Asasi Manusia.

Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (DPN GERBANG TANI) menyatakan tegas, mengutuk tindakan penangkapan dan kekerasan serta pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh aparat Polrestabes Medan Sumatera atas penangkapan saudara Ardiansyah Surbakti yang merupakan Sekretaris Jenderal dari Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB).

“Segera bebaskan saudara Ardiansyah Surbakti yang merupakan Sekretaris Jenderal dari Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB),” tegas Aris

Dia juga mendukung sepenuhnya perjuangan rakyat petani Simalingkar di desa Simalingkar A Kecamatan Pancur Batu kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB).

“Kami tetap dukung perjuangan kaum tani Indonesia untuk merebut kembali hak-hak yang terampas serta mendukung sepenuhnya perjuangan rakyat untuk menjalankan Reforma Agraria yang sejati,”d tandasnya.(ms)