Kategori
All

Konsolidasi Presidium MRI Dan Presidium 212

 

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti.
Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia.

 

Busur Nsws Com,Jakarta – Pada hari kamis, 1 Juni 2017, diadakan silaturahmi dan berbuka puasa antara Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) dan Presidium 212.

Konsolidasi ini melanjutkan pertemuan 14 Mei 2017 di Ciseeng, Bogor antara GNPF MUI, Presidium Alumni 212, Presidium MRI. Dimana diperlukan membangun kekuatan aliansi Islam, Nasionalis dan Kerakyatan Indonesia.

Presidium MRI dibentuk setelah Tokoh Senior Dr.Sri Bintang Pamungkas ditahan Rezim Jokowi atas tuduhan Makar. Tujuan dibentuknya adalah agar perjuangan diluar tetap terus berjalan. Dan dipilih Yudi Syamhudi Suyuti sebagai Ketua Presidium, Mona Panggabean sebagai Sekjen. Sedangkan Dr.Sri Bintang Pamungkas sebagai Tokoh Senior MRI.

Hasil kesepakatan yang terjadi 1 Juni 2017, ini disepakati untuk dibentuk sekretariat perjuangan bersama.

Sekretariat Perjuangan Bersama ini dipelopori oleh Presidium MRI, Presidium Alumni 212, GNPF MUI, namun membuka sebesar-sebesarnya untuk menghimpun seluruh elemen dan kekuatan rakyat. Kekuatan rakyat lintas agama, lintas profesi dan seluruh gerakan perjuangan yang sejalan dan sepaham untuk berjuang mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat.

Sekjen Presidium Alumni 212, Ustadz Asri Harahap menyatakan, dengan adanya sekretariat perjuangan bersama ini, kita sudah berjuang untuk Indonesia, dimana Islam ada didalamnya.

Oleh karena itu Sekjen Presidium Alumni 212 meminta Presidium MRI memimpin sekretariat perjuangan bersama dengan didampingi para ulama dan tokoh-tokoh nasional.

Tokoh Senior Presidium MRI, DR.Sri Bintang Pamungkas menyatakan bahwa menuju Sidang Istimewa harus dilakukan secara konstitusional. Dan tidak akan menggunakan cara-cara non konstitusional, yang justru membuat Indonesia dihukum dunia internasional.

Tujuan yang kita capai adalah mendorong Sidang Istimewa melalui Konstitusi dan Hukum yang berlaku saat ini. Dan pintu masuk untuk Sidang Istimewa ini adalah laporan Presidium MRI dan Presidium 212 ke Komnas HAM tentang Reklamasi adalah Makar dan Kriminalisasi Ulama dan Aktivis Pembela Keadilan.

Dimana agenda Sidang Istimewa yang akan dicapai adalah : Kembali ke UUD 45 asli, Cabut Mandat Jokowi dan Bentuk Pemerintahan Transisi.

Dasar untuk menggelar sidang istimewa kita menunggu hasil rekomendasi HAM. Setelah itu baru kita bawa ke DPR, MK dan meminta MPR untuk menggelar Sidang Istimewa.

(Rn)