Kategori
opini publik

Kita Pantas Bangga Ketika Banyak Anggota Masyarakat Yang Memahami Perlawanan Tanpa Kekerasan

 

Oleh : Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

 

Busur News Com,Jakarta- Kita pantas bangga ketika banyak anggota masyarakat yang memahami perlawanan tanpa kekerasan.

*Mereka bersama-sama melawan gerakan radikalisme dan intoleransi dengan cara kelembutan, yaitu lewat karangan bunga*. –

Perlawanan tanpa menciptakan permusuhan mungkin seperti hal klise.
Namun, sesungguhnya perlawanan macam itulah yang paling sulit ditaklukkan karena ia tidak membangkitkan kebencian.
Tidak hanya itu, ketika dunia saat ini dipenuhi dengan kekerasan dan intoleransi, perlawanan dengan kelembutanlah yang dibutuhkan. –

Karangan bunga bisa dilihat juga sebagai lecutan bagi Polri untuk lebih tegas menindak ormas radikal dan intoleransi.

Pesan yang sama semestinya juga dimengerti TNI sebagai institusi yang juga bertugas atas pertahanan dan keamanan negara.

Di sisi lain, gerakan melawan radikalisme memang tidak cukup dengan hanya karangan bunga.

Gerakan ini tetap tidak akan berarti tanpa tindakan nyata di lapangan, yang tentunya juga dalam wujud perdamaian dan cinta kasih seperti yang telah dibahasakan cantiknya bunga.

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap cinta NKRI dan toleransi semestinya ditunjukkan lewat kebersamaan dan keguyuban.

Jangan lagi ada diskriminasi hak warga karena perbedaan suku, agama, ras, atau bahkan pilihan politik.

Warga harus berani menolak ajakan-ajakan untuk pendiskriminasian.
Tidak berhenti di situ, pemahaman yang sama harus dimiliki dunia pendidikan.

Seluruh perguruan tinggi di Tanah Air sejatinya sangat berperan menjadi gerbang penghadang radikalisme karena di institusi itulah pola pikir anak bangsa dibentuk.

Tidak mengherankan pula, selama ini organisasi-organisasi radikal menumbuhkan sel mereka lewat lingkungan kampus.

*Kita mengapresiasi 55 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang baru saja melakukan deklarasi antiradikalisme*.

*Deklarasi itu juga bentuk bahasa yang sama dengan karangan bunga*.
*Dunia pendidikan perlu membuktikan deklarasi itu bukan sekadar menjadi bahasa berbunga-bunga, melainkan perlawanan yang nyata terhadap radikalisme*. –

 

(Riena)