Kategori
Artikel

KINERJA Badan Usaha Milik Negara (BUMN) TELAH JAUH MEMBAIK.p

 

Oleh:Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta – KINERJA Badan Usaha Milik Negara (BUMN) TELAH JAUH MEMBAIK.

 

“BUMN sudah lebih profesional dan mampu menghilangkan hambatan birokrasi, sudah dahsyat.
Misalnya BRI dan Angkasa Pura menerapkan manajemen kelas dunia,”.

Dengan status sebagai milik negara, BUMN tentu tidak bisa bergerak secepat swasta.

Pasalnya,
JIKA ADA KESALAHAN YANG MENIMBULKAN KERUGIAN BISA TERMASUK KRIMINAL KARENA MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA.

 

Di tengah membaiknya manajemen BUMN, ada tantangan yang dihadapi ke depan, yaitu berkaitan penugasan dari pemerintah yang agak memaksa.

Penugasan yang tidak tepat ialah kereta cepat Jakarta-Bandung, dari pengalaman negara-negara lain, jarak 140 kilometer terlalu pendek dan tidak visible.

BUMN saat ini masih menghadapi persoalan klasik yakni adanya intervensi pemilik dan parlemen.

Untuk itu,
BUMN harus dijauhkan dari kepentingan politik.

Ke depan,
Sebaiknya tidak semua BUMN disamakan harus menyetor dividen ke kas negara sebanyak-banyaknya.
Harus ada BUMN yang menjadi pelopor untuk mendorong pembangunan dan tidak semata-mata mencari untung (profit oriented).

Saat ini,
BUMN masih diminta mengejar bisnis.

 

“Ada BUMN yang menjalankan misi sebagai public service obligation (PSO), tapi juga dituntut untuk meraih profit sebesar-besarnya.
Ini saya kira harus dibenahi”.

BUMN,
Juga harus semakin kompetitif agar bisa berdampingan secara sehat dengan korporasi swasta.
Sebab BUMN juga harus mendorong swasta untuk juga bisa tumbuh.

“Kritik Kadin
(Kamar Dagang dan Industri)
Tentang banyaknya proyek yang dimakan sendiri oleh BUMN tentu menjadi perhatian kita semua”.

 

Biro Riset melakukan pemeringkatan terhadap 166 BUMN atas kinerja keuangan mereka pada 2015-2016.

Hasil pemeringkatan tersebut menunjukkan
56 perusahaan berhasil meraih predikat ‘sangat bagus’,
24 perusahaan ‘bagus’,
8 ‘cukup bagus’,
dan 28 ‘tidak bagus’.

Ada enam BUMN yang tidak dirating karena laporan keuangannya tidak lengkap.

 

Selain itu, dari 56 BUMN yang berhasil meraih predikat ‘sangat bagus’.
Ada 26 BUMN yang meraih penghargaan ‘Golden Trophy’ karena berhasil meraih predikat ‘sangat bagus’ selama lima tahun berturut-turut.

 

Dari 56 BUMN peraih BUMN Award 2017, tiga besar peraih skor tertinggi ialah
PT Angkasa Pura II,
Perum Jasa Tirta I, dan
PT Kawasan Industri Wijayakusuma.

 

Sementara, dari 26 peraih Golden Trophy, tiga besar peraih skor tertinggi ialah
RNI,
Perum Bulog, dan
Pupuk Indonesia.8

(Rn)