Kategori
Artikel Islam

Kiamat pasti datang.

Oleh : Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA -Kiamat pasti datang.
Begitu keyakinan agama-agama.
Menjelang kiamat, kejahatan, kemungkaran, kezaliman, kesesatan, kerusakan, bencana, krisis, resesi, datang silih berganti.
Dalam agama, hal-hal negatif itu disimbolkan dengan makhluk bernama dajal.
Agama Abrahamik meyakini bakal hadir juru selamat sebelum datang kiamat.
Yahudi, Kristen, Islam, mengenal juru selamat itu sebagai Al Masih, yang tiada lain Yesus Kristus atau Nabi Isa.
Selain Al Masih, Islam juga mengenal Imam Mahdi sebagai penyelamat.
Juru selamat akan menyelamatkan dunia dari dajal. Keyakinan akan datangnya juru selamat untuk menyelamatkan dunia dan manusia itu lazim disebut messianisme, messianism. Dunia kini menjelang ‘kiamat’.
Dajalnya berupa resesi ekonomi dunia gara-gara pagebluk covid-19.
Satu negara dikatakan mengalami resesi ekonomi bila dua kuartal berturut-turut ekonomi tumbuh negatif. Ekonomi Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, Uni Eropa tumbuh negatif di kuartal pertama dan kedua.
Negara-negara tersebut sudah mengumumkan ekonomi mereka mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama masih positif. Diprediksi kuartal kedua ekonomi Indonesia tumbuh negatif. Pemerintah berharap dan berupaya keras supaya di kuartal ketiga ekonomi tidak tumbuh negatif agar Indonesia tidak dikatakan memasuki resesi. Namun, tetap saja kita khawatir ekonomi tumbuh negatif di kuartal ketiga. Kita khawatir Indonesia mengalami resesi ekonomi. Jangan-jangan malah ada yang berharap dan berdoa Indonesia betul-betul memasuki resesi ekonomi. Di tengah Indonesia menghadapi ancaman krisis ekonomi, muncul sekelompok juru penyelamat. Mereka mendeklarasikan diri sebagai Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia. Mereka mengklaim hadir untuk menyelamatkan Indonesia dari dajal resesi ekonomi supaya kapal Indonesia tidak karam, agar Indonesia tidak kiamat. Bagi mereka resesi ekonomi membuat Indonesia kiamat, tenggelam, hilang dari permukaan Bumi. Padahal, Singapura, Amerika, Korsel, dan Uni Eropa masih ada, tidak tenggelam.

Bahkan Amerika yang mengalami the great depression pada 1920 hingga 1930 masih utuh sampai sekarang. Biarlah, mereka memang memerlukan narasi-narasi heroik dan dramatik supaya aksi penyelamatan yang mereka lakukan kelak penuh drama dan heroisme ala fi lm-fi lm superhero. Kaum penyelamat itu terdiri atas para mantan. Ada mantan menteri, mantan terpidana korupsi, mantan penasehat KPK, mantan juru bicara istana, mantan anggota parlemen, mantan komisaris BUMN, mantan utusan khusus presiden. Ini menarik, ada pelaku korupsi dan pemberantas korupsi bersatu dalam satu koalisi. Namun, tidak pas bila menyebut mereka ‘koalisi para mantan’. Itu karena di antara mereka masih ada yang berhak menyandang titel sebagai pakar atau filsuf. Salah seorang juru selamat dalam deklarasi mengatakan aksi menyelamatkan Indonesia bukan barang baru. Pada 2015, kata sang juru selamat, sejumlah tokoh termasuk dirinya telah beraksi menyelamatkan Indonesia. Saya kira hingga 2020 ini Indonesia masih tegak berdiri ialah berkat aksi penyelamatan yang mereka lakukan. Hebat! Belakangan ini banyak yang mengaku-aku sebagai juru selamat. Mereka mengaku sebagai Al Masih atau Imam Mahdi. Pada 2019, seorang pria di Depok, Jawa Barat, mengaku sebagai Imam Mahdi. Belum lama ini, pada April 2020, seorang pemuda di Serang, Banten, juga mengaku sebagai Imam Mahdi. Pada 2009, seorang warga Cirebon mengaku sebagai Isa Al Masih. Pada 2016, lelaki di Jombang, Jawa Timur, juga mengaku sebagai Isa Al Masih. Pun belum lama ini, pada Februari 2020, seorang warga Kalimantan Selatan mengaku sebagai Isa Al Masih. Alih-alih menyelamatkan mereka malah meresahkan. Apa boleh buat, mereka harus berurusan dengan aparat keamanan. Kita tentu percaya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia berbeda dengan mereka yang hanya mengaku-aku sebagai juru selamat. Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia terdiri atas orang-orang hebat dan mantan orang-orang hebat. Orangorang hebat akan beraksi memamerkan kehebatan mereka dan mantan orang-orang hebat akan mempertontonkan sisa-sisa kehebatan mereka untuk menyelamatkan Indonesia. Para ekonom mengatakan meningkatkan daya beli masyarakat merupakan cara kita menghindari resesi. Menggenjot daya beli ada di tangan pemerintah melalui pemberian stimulus, insentif, bantuan sosial, bantuan langsung tunai. Kita lihat apa yang kelak bisa dilakukan ‘Koalisi Juru Selamat’ itu untuk menyelamatkan Indonesia dari dajal resesi ekonomi.

@drr