Kategori
Koperasi & UKM

Ketum Apiki Dan DPW Sumut Membuka Peluang Wirausaha Dengan Agribisnis Terintegrasi

 

Oleh :  Anto Suroto

 

 

Sebagai Pengusaha Anto Suroto bersama Umkm seluruh Indonesia UKM/IKM pada tahun lalu datang ke Istana dengan Bpk. Menteri Koperasi memohon Realisasi Penurunan Bunga KUR bagi IKM/ UKM & UMKM .dari 9% menjadi 7% mudah2 bisa terealisasi demi Ukm/IKM dan Umkm.

Pada tulisan kali ini semoga Pemerintah mau menurunkan bunga Kur untuk para Ukm /Ikm dan umkm.

Busur News Com,Jakarta – Ketua DPW Sumatera Utara dalam bisnis agribisnis yang terintegrasi dengan lahan yang cukup memadai dan luas.

Bisnis ini bener-bener  peluang Investasi dengan  wadah Koperasi begitu…?

Maksudnya Program Bukan Katanya…
Tetapi Nyatanya bisa dan Sukses tinggal Kepedulian Pemerintah Terhadap KUR supaya suku bunga bisa di realisasikan yang 9% menjadi 7% seperti ucapan dan janji Bpk. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden
Bpk. Jusuf Kala. dapat terealisasi.

Kesempatan ini di berikan kepada seluruh anggota APIKI di mana saja baik Start Up maupun yang ingin bernvestasi seperti :
Bidang Usaha PeternakanBerkelanjutan
Bidang Usaha Momen Lebaran
Bidang Usaha Perikanan
Bidang usaha Ekoponik
Bidang usaha Holtikultura Bidang usaha Jasa perdaganga lintas
Produk pertanian Kopi, udang, dll.

Seorang Pengusaha dan Ketua DPW APIKI Sumatera Utara memberikan peluang dan kesempatan bagi yang ingin menyikapi  usaha yang telah di lakukan selama ini.

Pada kesempatan Kunjungan KETUM APIKI ke DPW SUMUT merasa bangga

Seorang Wirausaha yang masih muda sudah bisa memberikan Peluang dengan sesama anggota yang ingin Perubahan menjadi wirausaha yang benar harus berkomitmen.Bpk. Dicky Satri. SH.S.kom ini merasa terpanggil ingin berbagi ilmu baik ilmu di masa remaja maupun wirausahanya.

Dengan semangat Wirausaha ingin Bangkit dalam Kepurukannya. Bpk. Dicky Satria sebagai Ketua DPW APIKI telah berinvestasi cukup lumayan besar berkisar 2 Milyar kurang lebih untuk infra struktur dan modal kerjanya dengan 150 ekor sapi dan

Kolam ikan yang masih di lakukan.

Pemaparan dari Investasi ini dengan Modal Investasi 15 juta infrastruktur Swakelola.

Investasi 15 juta modal kerja bibit dl.

Maka dengan seperti itu Peluang Pasar dan kebutuhan pasar Nice Market dapat
Di pasok dari kota ke kota tersebut.
Bahkan bila di mungkinkan dalam kemampuan mengembangkan lintas Propinsi.

Bpk. Dicky Satria. SH.S.kom awal mulanya,

Hanya dengan semangat ingin sukses dengan Belajar di beberapa kota seperti Yogjakarta,Surabaya, Bandung dan Semarang,Depok dan Bogor.
Dengan berkelan ilmu yang telah di lakukan bahkan Bpk. Dicky Satri melakukan study Banding di Hongkong dan Singapore maupun Malasia untuk melihat Peluang Pasar yang sangat sexy katanya.

Selama di SUMUT Bpk. Anto Suroto mengumpulkan anggota APIKI yang ada di DPW dengan memberikan Program Mutiara Rumah Kreatif di Sumatera Utara yang akan di wujudkan dalam Pemberdayaan Ekonomi Rumah Sejahtera.

Program tersebut APIKI menyiapkan Bibit cabe dan Pot media tanam dan Anggota APIKI yang mengelola sendiri dan Hasil cabenya APIKI yang menampunh Hasilnya

Sebagai Mitra Trading House dalam Pemasarannya yang sudah kita siapkan.

Program Ternak sapi pihak DPW APIKI sebagai Pendampingan dan Monitoring

Terhadap Pakan Ternak agar memenuhi
Standart pertumbuhan berat badan agar
Tercapai sesuai target yang sudah Terukur.

Program Kemitraan ini rencananya akan terus di kembang dangan lahan kosong yang sudah ada di Desa Sampali, Deli serdang yang sangat luas bahkan terlihat kurangg Produktif.

KETUM dan DPW SUMUT ingin melakukan terobosan, Mantan Preman/Pengangguran yang ada di desa maupun di kota untuk bisa
menjadi Wirausaha dalam wadah Koperasi Yang bersifat modal kerja/usaha .

Wadah ini di harapkan dapat menjadi solusi dalam meningkat peluang wirausaha Mandiri begitu paparnya.

DPP APIKI memberikan Perhitungan Bisnis secara detail perihal Triangel keuntungan
Seperti Program 1.000.000. Pohon cabe yang telah di sediakan dalam pembenihannya.

Setiap rumah denagn di berikan bibit cabe dan pot serta media Tanamnya, untuk setiap Rumah dengan menanam 20 pohon cabe di pekarangan rumah masing-masing  anggota/warga yang ingin bergabung dalam Koperasi.

Dengan 500 Rumah /anggota bahkan bisa
Tersedia lahan 50 Hektar yang bisa di gunakan dengan sistem swakelola.

Bapak. Anto Suroto  berharap ,jika ada peluang usaha seperti itu seharusdari Tingkat Kelurahan/Desa dapat memberikan Bukti Nyata dalam Program
Mandiri masyarakatnya masing-masing daerah.

Maka dengan adanya Program Desa Agri bisnis tersebut sepatutnya dari Dinas dan juga pemerintah daerah bahkan Lurah seharusnya dapat menangkap peluang dengan berpikir Cerdas.

Karena jika setiap daerah memiliki pemuda sadar Wirausaha sangat baik sekali dengan dampak langsung yang bisa di rasakan oleh masyarakat seperti Program Bpk. Presiden dalam Pertemuannya dengan Menteri Koperasi di istana Negara pada waktu yang lalu.

Seperti Koperasi Santri yg telah di lakukan dengan Bpk. Menteri Koperasi di Surabaya pada waktu yang lalu.

Program nyata seperti itulah kiranya yang menjadi Prioritas dengan dukungan KUR  yang sepatutnya ber orientasi pada sektor Industri baik Perikanan, olahan dan Pertanian dan Perkebunan .

Karena menurut Bpk. Diki Satria sebagai Ketua APIKI SUMUT sangat sulit dlm mengakses dana KUR begitu ceritanya .

” 7Bpk. Anto Suroto sebagai KETUM APIKI menghimbau untuk dapat memberikan Kemudahan agar dapat di realisasikan Pemuda Wirausaha Mandiri baik dalam wadah Koperasi atau Kemitraan,” pungkasnya.

Bapak. Diky Satria memberikan Pemaparan usaha dengann investasi 15 juta s/d 30 juta sudah bisa mendapatkan keuntungan /bulannya minimum di atas

Gaji UMR setiap daerah masing- masing.

Seperti contoh dengan investasi 20 juta dengan masa perawatan 6 bulan sudah dapat Hasil uga keuntungan.

Program Sapi Potong dengan masa 90 s/d 120 hari juga sdh dapat keuntungan.

Bahkan dengan Ternak ikan lele/Patin yang Selalu terbuka pasar dan harganya juga sexy dalam keuntungannya,”ungkapnya .

 

(Riena)