Ketua PGLII Minta Panglima Teringgi, Agar Tarik Non Organik ke Tanah Papua

 

Foto: Ketua Umum PGLII, Pdt Ronny Mandang MTh

 

Busurnews.com, Jakarta –  Ketua Umum Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Pdt Ronny Mandang meminta kepada Panglima Tertinggi Presiden RI Joko Widodo agar menarik kembali pasukan TNI non-organik yang ada di Papua. “Persoalan keamanan yang sudah ada, dimaksimalkan, sudah cukup,” ujar Ronny,” di Jakarta, selasa tadi (3/5/21).

Menurutnya, dengan bertambahnya pengiriman pasukan TNI non organik bukan menyelesaikan masalah persoalan yang ada di Tanah Papua. “TNI – Polri yang selama ini di Papua belum dapat menyelesaikan konflik lewat pendekatan militer,” tandasnya.

Oleh karena itu, kata Ronny, sebagai Ketua Umum PGLII bersedia memfasilitasi Panglima Tertinggi Presiden Joko Widodo untuk membuka jalan dialog bersama dengan lembaga lembaga gereja Papua dapat mengantisipasi meluasnya konflik yang berdampak meluas,” kata Pdt Ronny.

Sebelumnya, Keputusan Pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Menkopolhukam Mahfud MD dalam UU Nomor 5 tahun 2018 tentang Pembernatasan Tindak Pidana Terorisme Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai Kelompok Separatis Teroris (KST) berdampak pada masyarakat Papua.

Hal itu, Ketua PGLII menegaskan jika penyebutan KKB dan Teroris bukanlah solusi penyelesaian masalah.

“Pendekatan yang khas dan khusus di Papua, tak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan karena mayoritas gereja-gereja di Papua masih menggunakan nama Indonesia,” tanda Ronny.

Secara tegas PGLII tetap konsisten mendorong terciptanya damai di Tanah Papua.
“Hentikan kekerasan dan tciptakan keadilan di Tanah Papua seperti sila kelima Pancasila,” pungkasnya.