Kendala Dan Kemelut Lembaga Pemasyarakatan

Busur News Com,Jakarta – Apa yang terlintas dalam fikiran anda bila mendengar kata PENJARA mungkin anda akan berkesimpulan bahwa Penjara adalah tempat terakhir bagi pelanggaran hukum.

Kini lewat media gathering bertema Buka-bukaan tentang Pemasyarakatan yang diadakan hari ini tgl.26 April di auditorium Dirjen Pemasyarakatan para awak media diajak memahami permasalahan dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Meningkatnya trend kejahatan dewasa ini juga turut berpengaruh besar dengan kondisi Pemasyarakatan di Indonesia saat ini salah satunya adalah over crowded. Pemasyarakatan dituntut untuk dapat menjawab tantangan dengan kinerja yang lebih baik mengikuti perkembangan jaman.

Menurut Direktur Jendral Pemasyarakatan, I Wayan K. Dusak Pemasyarakatan di hampir di semua negara di dunia menghadapi hal yang sama akibat perkembangan kejahatan.” Tidak hanya di Indonesia dengan sistem Pemasyarakatannya, hal ini juga dialami oleh hampir semua penjara di seluruh dunia,” ungkapnya.

Lembaga Pemasyarakatan di usia 53 tahun berinovasi mendukung pembangunan dengan langkah dan upaya strategis demi mewujudkan Pemasyarakatan PASTI SMART ( sinergi, minded, aktif, responsif, talk ) menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dengan tetap konsisten menyatakan perang terhadap segala bentuk penyimpangan didalam tubuh organisasi Pemasyarakatan.

Sistem pemasyarakatan dapat berjalan baik di Indonesia bila memenuhi 4 (empat) unsur penting antara lain Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mau dibina, petugas Pemasyarakatan yang berintegritas, keluarga dan masyarakat.

Lapas tidak lagi dianggap sebagai gudangnya masalah, namun tempat potensial membentuk WBP menjadi pribadi yang lebih baik dengan bekal kompetensi yang menginspirasi.(Iksan).