Kategori
Artikel

Kenapa putri Rasulullah Menggiling gandum sambil menangis?

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta- Suatu hari setelah selesai hadir dalam majelis ilmu yang diikuti para sahabat, sebelum beranjak ke rumahnya, Rasulullah SAW menyempatkan diri mengunjungi kediaman putrinya, Fatimah az-Zahra.

 

Setelah mengucapkan salam, Rasulullah sedikit kaget mendengar jawaban salam Fatimah yang nadanya berat tidak seperti biasa.

Ada apa kiranya yang membuat suara putri semata wayangnya tersebut berubah?

Setelah pintu terbuka,
Rasulullah tahu penyebab mengapa suara putrinya itu terdengar berat.
Ternyata, ia tengah menggiling gandum sembari menangis.

Penggilingan yang dimiliki Fatimah itu terbuat dari batu.
Melihat keadaan tidak biasa itu, dengan lembut Rasulullah SAW mendekat dan bertanya,

Wahai putriku Fatimah, apa yang menyebabkan engkau menangis?

 

Semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis.

Sambil terisak-isak, Fatimah menjawab,
Ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumah tanggalah yang menyebabkan saya menangis.

Rasulullah mendekati Fatimah, lalu beliau duduk di sisi putrinya yang sedang bekerja menggiling syair.

Setelah mengetahui Rasulullah duduk di sampingnya, Fatimah menyampaikan keluh kesahnya tentang pekerjaannya menjadi ibu rumah tangga untuk disampaikan kepada suaminya, Ali bin Abi Thalib.

Ayahanda sudikah kiranya Ayahanda meminta Ali mencarikan untuk ananda seorang pembantu, menolong menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah, ujar Fatimah.

Mendengar perkataan Fatimah, Rasulullah bangun dari samping Fatimah dan mendekati penggilingan.

Kemudian baginda Rasulullah mengambil gandum dengan tangannya yang diberkati lagi mulia.

Dan diletakkannya di dalam penggilingan itu seraya mengucapkan bismillah.
Atas izin Allah SWT, penggilingan itu seketika berputar dengan sendirinya.

Rasul meletakkan gandum ke dalam penggilingan yang sedang dipegang putrinya itu dengan tangan beliau.

Sementara, penggilingan itu terus berputar tanpa digerakkan oleh Fatimah dan seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir gandum itu tergiling halus.

Rasul berkata kepada gilingan tersebut, Berhentilah berputar dengan izin Allah SWT.

Dengan segera penggilingan itu berhenti berputar lalu berkata-kata.
Semua dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata.

Penggilingan itu berkata,
Wahai Rasulullah, demi Allah, Tuhan yang telah menjadikan Baginda dengan kebenaran sebagai nabi dan rasul-Nya.

Kalaulah Baginda menyuruh hamba menggiling gandum dari Timur dan Barat, niscaya hamba gilingkan semuanya.

Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang ber bunyi,

‘Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.

Penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan- Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan.

‘ Karena ayat itulah, maka hamba takut, wahai Rasulullah, kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka.
Mendengar perkataan dari batu gilingan itu,

Rasul bersabda,
Bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah di dalam surga.
Kabar gembira tersebut membuat penggilingan berbahagia.

— Petuah Rasulullah kembali mendekati putrinya dan berkata, Jika Allah menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu.

Akan tetapi,
Allah menghendaki beberapa kebaikan ditulis untukmu dan kesalahanmu dihapus serta derajatmu diangkat beberapa derajat.

Wahai Fatimah,
Perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, Allah akan menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Lanjut Rasulullah, sambil terus menatap wajah Fatimah.
Wahai Fatimah,
Perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya, Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Wahai Fatimah, lanjut Rasulullah,
Perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka, Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Dan sabda Rasulullah,
Perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya,
Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar pada hari kiamat.

Karena itu, kata Rasulullah,
Dalam hal ini yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya.

JIKALAU SUAMIMU TIDAK RIDHA DENGANMU,
TIDAKLAH AKAN AKU DOAKAN KAMU.

Tidaklah engkau ketahui wahai Fatimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT.

Mendengarkan perkataan ayahnya yang berisikan ilmu itu, Fatimah tidak lagi menangis.
Ia sadar merasa bersalah atas kesedihannya.

*Melihat Fatimah menyadari kesalahannya itu, Rasulullah melanjutkan perkataannya bahwa apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, para malaikat memintakan ampun untuknya dan Allah akan mencatatkan bagi wanita itu tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan*.

Dan, lanjut Rasulullah,
*Apabila perempuan itu mulai sakit hendak melahirkan, Allah mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah, yakni berperang sabil*.

Dan apabila perempuan itu melahirkan anak, ia akan terbebas dari dosa, sebagai mana ia terlahir kembali dari rahim ibunya.

Dan bila ia meninggal dunia dalam keadaan berdosa, akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga.

Dan Allah akan mengaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta seribu malaikat memintakan ampun untuk nya hingga hari kiamat.

Fatimah hanya terdiam tidak bersuara.
Ia hanya sedikit mengangguk- angguk ketika sang ayah mengatakan Allah akan memberikan pahala seribu haji dan umrah.

Antusias Fatimah ingin sekali mendapatkan pahala seperti itu.

Melihat Fatimah antusias dengan petuahnya, Rasulullah melanjutkan dengan berkata,

*Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar, Allah akan mengampuni semua dosanya dan Allah akan memakaikannya pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan*.

Dan, masih dikatakan Rasul,
*Yaitu perempuan mana yang tersenyum di hadapan suaminya, Allah akan memandangnya dengan pandangan rahmat dan perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati, berserulah untuknya penyeru dari langit* (malaikat).

Teruskanlah amalmu,
Allah telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang, titah Rasul.

 

Merasa bersalah,
Fatimah pun memeluk ayahandanya sembari berkata,

*Aku ingin menjadi perempuan yang mendapatkan pahala atas pelayananku terhadap suami*.

 

RASUL PUN MENGAMINI
APA YANG DIINGINKAN PUTRINYA TERSEBUT!.

(Rn)