KEMENRISTEK DIKTI Melalui *Direktorat Lembaga Penelitian dan Pengembangan*

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta-  KEMENRISTEK DIKTI
Melalui
*Direktorat Lembaga Penelitian dan Pengembangan*

 

MEMBERIKAN INSENTIF KEPADA LEMBAGA-LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN,
YANG ADA DI PUSAT MAUPUN DAERAH.

 

Tujuannya ialah
MENINGKATKAN KINERJA DALAM MENGHASILKAN INOVASI.

*Terkait dengan program tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatra Utara mendapatkan insentif untuk meningkatkan kinerja dan mengkoordinasikan pelaksanaan Sistem Inovasi Daerah* (SIDA).

Salah satu kegiatan Sida dengan mensinergikan kegiatan penghiliran produk-produk berbasis kelapa sawit.

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sedang merancang untuk dapat terbentuknya
OIL PALM SCIENCE TECHNO PARK.

 

SCIENCE TECHNO PARK (STP)
Merupakan program unggulan Presiden Jokowi dalam Nawa Cita.
Saat ini ada 60 STP dari target 100 STP yang sudah dibangun pemerintah.

 

Direktorat Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristek dan Dikti ditugasi memfasilitasi lembaga litbang daerah baik di provinsi maupun kota dan kabupaten serta lembaga penelitian non kementerian.

Perlunya Kemenristek dan Dikti memfasilitasi lembaga-lembaga litbang ini agar performanya bagus dan berkinerja bagus.
Balitbangda memiliki peran penting dalam menyukseskan pembangunan daerah.-

Dengan adanya insentif tersebut, Balitbangda mampu mengidentifikasi kebutuhan teknologi di daerah.

Hasil inovasi yang dihasilkan Balitbangda ini akan bisa dimanfaatkan sampai ke hilir.

“UKM dan UMKM bisa memanfaatkan hasil inovasi Balitbangda ini.”

Pada tahun ini ada 10 Balitbangda yang mendapat bantuan insentif untuk meningkatkan Sida dari Kemenristek dan Dikti,
Hasil riset Balitbangda ini diharapkan bisa dihilirkan ke UMKM dan UKM.

 

Di Sumatra Utara,
Bantuan Insentif diberikan kepada PPKS yang sedang dirintis menjadi STP.

 

–. Kita berharap agar Oil Palm Sains Techno Park (OPSTP) bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di semua sektor.
TERUTAMA PARIWISATA DAN PERTANIAN.

Hadirnya OPSTP disebabkan Provinsi Sumatra Utara memiliki potensi sumber daya alam yang cukup banyak.

Berbagai potensi yang dimiliki Sumatra Utara memiliki peran strategis, dalam mendukung wilayah Indonesia Barat.

Sumatra Utara menjadi pusat kegiatan perekonomian
Khususnya perkebunan, industri, perdagangan, pertambangan, pariwisata, keuangan, dan jasa.

Provinsi Sumatra Utara juga merupakan salah satu gerbang utama wisatawan mancanegara di Pulau Sumatra.
Lokasi Sumut berada pada jalur pelayaran tersibuk di dunia, yang langsung berhadapan dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Dengan kondisi itu,
Pembangunan di Sumut memiliki potensi sekaligus tantangan.

Salah satu potensi yang dimiliki Sumut ialah perkebunan kelapa sawit yang luas, dan fasilitas penunjang pengelolaan kelapa sawit menjadi berbagai produk.
Ditambah dengan dukungan sumber daya manusia yang handal.

Pengembangan INDUSTRI HILIR KELAPA SAWIT memerlukan berbagai inovasi untuk menghasilkan berbagai produk turunan dari minyak sawit.

Pemprov Sumut seharusnya mendorong dengan berdirinya OPSTP khusus kelapa sawit ini, akan lahir kelompok-kelompok entrepreneur baru yang dapat memanfaatkan hasil OPSTP.

 

*Selain itu, kita mengharapkan adanya kunjungan wisatawan, contohnya destinasi wisata kunjungan ke museum kelapa sawit terkait sejarah*.

*Orang akan mengetahui bagaimana proses kelapa sawit pertama kali dari Afrika dibawa ke Medan*.

(Rn)