Kemempar Gelar Launcing Calender Of Event Pariwisata Danau Toba

 

Busir News Com,Jakarta- Launching Calender OF event di gelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin malam, (20/3/ 201) Juga untuk diaspora dan wakil 8 (delapan) Kabupaten yang di sekitar destinasi wisata Danau Toba. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung me-Launching Calendar of Event Pariwisata Danau Toba 2017.

Catat waktunya, pukul 19.00 WIB! Atau cek di medsos, pasti banyak yang upload dan live report. Ada banyak kegiatan selama Mei-Desember 2017, yang jadi unggulan berupa festival, pesta budaya, karnaval, pertunjukan musik jazz, serta sport tourism bakal dikemas, sebagai informasi ke publik.

“Ayo kita ramaikan launching calendar of event pariwisata Danau Toba,” ajak Menpar Arief Yahya, di Jakarta
Para travellers, silakan menyiapkan waktu untuk menentukan liburan ke Sumatera Utara (Sumut) mengunjungi dan meng-explore destinasi seputar Danau Toba yang penuh eksotisme dan keunikan berupa keindahan alam (nature) , budaya (culture), serta daya tarik wisata buatan (manmade).

Peluncuran calendar of event ini sebagai upaya mempromosikan destinasi pariwisata Danau Toba yang ditetapkan pemerintah sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas. Komunitas H3 serta Portibi Jaring Kreasi turut berkontribusi besar dengan menyertakan programnya dalam kalender pariwisata Danau Toba oleh Kemenpar. Program yang sudah digadang tersebut tidak lain adalah Toba International Detour 2017, program tahunan yang telah memasuki gelaran kali kedua.

Adapun rangkaian kegiatan pada Toba International Detour antara lain Coffee Fest Toba, Toba Nauli Photo Contest & Exhibition, Toba GranFondo, dan Toba Trail Run

Menpar Arief Yahya berharap jadwal dan tempat events sudah ditetapkan.

“Kepastian jadwal dan tempat kegiatan ini penting jangan sampai berubah tanggal ataupun bulan karena akan menjadi timeline- nya para travellers. Kemenpar juga akan mudah untuk mempromosikan, begitu pula perusahaan biro perjalanan akan berani membuat menjadi paket wisata untuk dijual kepada wisatawan,” kata Menpar Arief Yahya.

Menurut Mantan Dirut PT Telkom ini, di era digital terjadi perubahaan mendasar bagi wisatawan, terutama wisatawan muda, dalam melakukan perjalanan. Mereka search and share dengan mengandalkan digital; dimulai dari mencapai informasi (searching) destinasi yang akan dikunjungi; kemudian menetapkan pilihan atau melakukan booking; hingga membayar (payment) paket wisata dilakukan via oline.

“Ketika searching tidak mendapatkan jadwal yang pasti, jangan harap para travellers akan mau datang. Para travellers itu membuat planning untuk berwisata jauh hari sebelumnya. Masing-masing negara pun punya kebiasaan season yang berbeda-beda. Mereka akan searching, booking, sampai payment via online. Anda bisa bayangkan, kalau berubah tanggal, mereka akan sangat kerepotan,” papar Arief Yahya.

Menpar menjelaskan lebih jauh tentang perkembangan pengelolaan destinasi Danau Toba dari hasil rapat terbatas (Ratas) yang dilakukan baru-baru antara lain; perlu dilakukan percepatan dalam penyiapan/ penyelesaian legalitas lahan di Zona Otoritas dengan melibatkan KemenLHK; penguatan organisasi yakni menjadi Badan Layanan Umum (BLU) maupun peningkatan anggaran Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT).

“Agar ideal, Kemenpar dalam menjalankan tugasnya untuk mengejar target 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi DanauToba dengan perolehan devisa USD 500 juta pada 2019, dengan asumsi 1 juta wisman kali USD 500 spending per kedatangan,” kata Menpar Arief Yahya seraya mengatakan, selain itu sebagai quick wins Kemenhub akan menyelesaikan proyek infrastruktur Bandara Silangit dan revitalisasi jalur kereta api Medan-Kualanamu- Siantar sekitar September 2017.

Percepatan pembangunan destinasi Danau Toba, kata Menteri Arief,/ mempunyai peran penting dalam mewujudkan target pariwisata nasional tahun 2019 mendatangkan 20 juta  wisatawan(.Ria).