Kategori
opini publik

Kekalahan Ahok – Djarot China Tersingkir ,Amerika Coba Rangkul Ulama

 

Oleh: Dahlan Watihellu

Busur News Com,Jakarta – Pemilihan kepala Daerah DKI Jakarta telah selesai. Berdasarkan hasil Real Count KPU Sementara: Ahok-Djarot 43,9%, Anies-Sandi 57,1%. Hasil ini menunjukan sebentar lagi warga Jakarta akan dipimpin Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno lima tahun kedepan. Ada yang menarik dari Pilkada DKI ini. Ternyata bukan pertarungan biasa, bukan juga pertarungan Pilkada DKI semata. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa ada pertarungan politik yang didalamnya terselip kepentingan China maupun Amerika Serikat di Indonesia.

Untuk menguasai Indonesia, China maupun Amerika Serikat menyadari perlu menguasai Jakarta, sebab Jakarta adalah jantung Indonesia, Jakarta sebagai pusat pemerintahan Indonesia, Jakarta sebagai barometer ekonomi dan politik Indonesia. kekalahan Ahok – Djarot ini telah menjawab teka-teki Amerika Serikat bahwa ternyata kekuatan politik China dan Jokowi di Indonesia sudah tidak berpengaruh lagi (NOTHING) setelah bersebrangan dengan para ulama.

Fakta kelemahan China dan Jokowi bisa dilihat saat Jokowi berpihak membantu Ahok – Djarot dengan kekuasaan politik, duit, maupun kekuasaan hukum membela Ahok, namun nyatanya Ahok – Djarot tetap saja kalah melawan Anies – Sandi di putaran ke dua Pilkada DKI. Dan Kemenangan Anies – Sandi membuktikan kekuatan Ulama sangat berpengaruh dibanding Jokowi dalam merangkul masyarakat Islam di Indonesia terutama di DKI Jakarta. Kemenangan Anies – Sandi adalah kemenangan umat Islam Indonesia.

Bagi Amerika Serikat ini adalah peluang untuk menjalankan tujuan nasionalnya terutama masalah PT. Freeport yang mulai goyang. Maka dari itu, kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence ke Indonesia tanggal 20 April kemarin tidak segan-segan bertemu para ulama di lingkungan Mesjid Istiqlal. Mesjid yang menjadi poros utama gerakan Al-Maidah 51.

Artinya Amerika Serikat mencoba lakukan pendekatan dengan ulama, tidak lain ulama akan dijadikan sebagai kekuatan Proxynya yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk melawan Jokowi. Disinyalir ada ancaman Amerika Serikat akan gulingkan Jokowi dari RI 1 dengan kekuatan umat Islam dan ulama jika PT. Freeport digoyang oleh Jokowi. Tapi seyogyanya, Asing tetap saja Asing. Tujuan Amerika Serikat tidak tidak beda dengan tujuan China. Kepentingan mereka hanya ingin mengeruk kekayaan dan ekonomi Indonesia.

Jakarta 21/04/17

 

(Riena)